Jejak Terkini

PS di Meliwis Meregang Nyawa Terpapar Covid-19

Lalu Rusli Anhar

SELONG
-- Partner Song (PS) di Meliwis Labuan Haji, Lombok Timur meregang nyawa. pas Corona tersebut bekerja di salah satu kafe di Meliwis.

PS berinisial IM (34) itu merupakan pemandu lagu asal Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ia meregang nyawa setelah merasakan ganasnya serangan Covid-19.

Kepala Puskesmas Labuan Haji, Lalu Rusli Anhar, mengamini kabar kematian PS di Kafe Meliwis. Namun demikian korban disebutnya langsung memeriksa ke RSUD Dr Raden Soedjono Selong.

"Pasien tidak memeriksa di Puskesmas tapi langsung ke rumah sakit," ujar Lalu Rusli Anhar, kepada awak media, Selasa (7/9).

Menurutnya, awal dirinya mengetahui peristiwa tersebut yakni informasi dari Kapolsek. Ia menjelaskan, yang bersangkutan memeriksa ke rumah sakit tanggal 26 Agustus yang lal, dan terkonfirmasi pada 30 Agustus.

Meski demikian, ujarnya, korban telah menjalani perawatan intensif. Karyawan berdarah Sunda itu, mengembuskan nafas terakhirnya kemarin, sekitar pukul 12.00 Wita di rumah sakit setempat.

Lantaran peristiwa itu, paparnya, satgas kecamatan setempat bersama aparat keamanan bergerak cepat mengambil langkah antisipatif. Dengan melakukan tracing dan swab antigen kepada semua karyawan tersebut, juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan dini.

Di lain sisi, untuk mengantisipasi virus mematikan tersebut, seluruh karyawan di lokasi itu melakukan isolasi secara mandiri. Dari hasil swab antigen satu karyawan yang menjaga korban dinyatakan positif. 

Sebagaimana prosedur yang berlaku lanjut Rusli, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus, semua aktivitas di Kafe Meliwis selama 14 hari kedepan akan dihentikan. 

"Sedangkan untuk pemulangan jenazah masih berkoordinasi dengan pihak keluarga korban," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr H Pathurrahman MKes juga membenarkan hal tersebut. Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan tracing terhadap warga yang telah melakukan kontak erat dengan korban.

Lantaran peristiwa itu, dirinya menegaskan pada semua pihak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) sebagai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran virus itu.

"Kami imbau pada seluruh lapisan masyarakat, bagi yang memiliki gejala, untuk segera memeriksakan kesehatannya pada petugas medis setempat," ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Cafe Meliwis, Baiq Ika Zuraida Febriani, saat dikonfirmasi awak media membenarkan, bahwa salah satu karyawannya yakni IM meninggal dunia lantaran terjangkit virus mematikan tersebut.

Sebelumnya, ujar Zuraida, korban mengalami gejala pada tanggal 25 Agustus lalu. Namun, sehari setelahnya dibawa ke rumah sakit.

Ia pun mengakui karyawannya asal, Subang, Jabar, telah minta cuti karena sakit yang dideritanya. 

"Kemungkinan almarhumah terpapar virus Corona dari luar daerah," jelasnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar