Jejak Terkini

Guru Penggerak Lombok Barat Rintis Komunitas Praktisi

DISKUSI: Calon Guru Penggerak di Lombok Barat saat berdiskusi merintis Komunitas Praktisi.

GERUNG
-- Setelah mengikuti Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak, kini calon Guru Penggerak di Lombok Barat mendapatkan pekerjaan rumah merintis Komunitas Praktisi. Komunitas tersebut nantinya menjadi wadah bagi guru penggerak secara sistematis membuat transformasi pembelajaran yang berpusat pada murid di masing-masing sekolah. 

Salah satu peserta pendidikan Guru Penggerak dari SMAN 1 Kuripan, Arifudin memfokuskan merintis komunitas ini di lingkungan sekolah. Praktek-praktek baik yang telah didapatkan selama mengikuti program ini disampaikan oleh masing-masing narasumber. 

“Kepala sekolah sangat mendukung program ini. Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kolaborasi guru, tenaga kependidikan dan rekan sejawat calon guru penggerak,” katanya, Senin (9/8).

Ia mengatakan, materi yang disampaikan para narasumber antara lain, program guru penggerak, visi dan peran guru penggerak dan budaya positif di sekolah.

Menurutnya, komunitas praktisi merupakan sekelompok individu yang memiliki  semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktek-praktek baik yang dilakukan. Rekan sejawat yang ada di lingkungan sekolah dapat memperoleh informasi tentang program guru penggerak. 

“Mudah-mudahan komunitas ini menjadi wadah bagi para calon Guru Penggerak untuk berkolaborasi dalam sebuah sekolah untuk melaksanakan transformasi pendidikan. Ini akan berbeda dari MGMP yang selama ini sudah ada, karena komunitas ini bisa mewadahi lintas mata pelajaran dan lintas jenjang kelas,” ungkapnya. 

Sementara itu, pendamping calon Guru Penggerak Nahar, S.Pd mengatakan, program Guru Penggerak ini merupakan program prioritas Kemdikbud. Program ini diharapkan mampu membuat perubahan besar dalam pendidikan di Indonesia.

“Jadi memang seakan para peserta dicuci otaknya agar benar-benar memiliki visi seorang Guru Penggerak. Sehingga ke depan, menterinya siapapun, tidak akan mengubah karakter Guru Penggerak untuk melakukan perubahan baik di sekolah. Ini sebuah gerakan yang diharapkan memiliki efek permanen,” katanya.

Ia sangat mendukung kegiatan ini sekaligus berbagai inspirasi materi yang sudah didapatkan selama mengikuti pendidikan guru penggerak ini. 

“Ini awal yang baik untuk menggerakkan komunitas ini. Jangan patah semangat terus bergerak dan menggerakkan,” pesannya. 

Salah satu calon Guru Penggerak SMPN 2 Kuripan Rahmawati, M.Ed tak kalah semangatnya menyampaikan materi visi dan peran guru penggerak. Guru SMPN 2 Kuripan ini berbagi praktik baik tentang nilai-nilai yang harus dimiliki guru. 

“Setiap  guru  sudah memiliki nilai-nilai guru penggerak,” katanya.

Sementara itu, calon Guru Penggerak dari SMPN 2 Kuripan Sahman memaparkan materi budaya positif di sekolah. Sebagai langkah awal untuk penerapan budaya positif, dimulai dengan menyusun kesepakatan kelas.

Dalam pelaksanaannya, kesepakatan kelas ini harus melibatkan murid. Anak-anak ditempatkan sebagai tokoh utama dalam pembelajaran, termasuk juga dalam pembuatan kesepakatan kelas.

Dengan begitu, siswa merasakan keterlibatan dan perilaku yang mereka tunjukkan sebagai bagian dari tanggung jawab mereka sendiri. Bukan sekedar menjalankan peraturan yang berlaku di kelas.

“Ruang kelas adalah salah satu ruangan paling berharga, tetapi juga paling berbahaya. Mudah-mudahan kegiatan  ini, awal untuk menyalakan obor perubahan mewujudkan transformasi pendidikan yang lebih baik,” katanya.

 Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kuripan Wasis Mujiono, M.Pd meresmikan komunitas praktisi di lingkungan sekolah itu. Komunitas ini sangat baik sebagai wadah berbagi praktik baik tentang paradigma pembelajaran baru. 

“Mudah-mudahan program komunitas  ini terus berlanjut. Saya sudah masukkan di RKAS . Saya berharap kepala sekolah yang baru bisa melanjutkan program ini,” tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar