Jejak Terkini

Pilkades Serentak di Lotim Aman

VIRTUAL: Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik bersama Dandim dan Kapolres setempat ketika mengikuti pertemuan virtual dengan Kemendagri.

SELONG
-- Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Lombok Timur berlangsung Rabu (28/7). Tercatat sebanyak 29 desa menggelar gawe demokrasi itu.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy turun langsung memantau pelaksanaan Pilkades serentak di 29 desa. Setidaknya pesta enam tahunan itu diikuti 122 orang calon kepala desa (Kades).

Dari 29 desa itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 128.600 orang. Jumlah ini tersebar di 377 TPS.

Dari hasil pantauan orang nomor satu di Lotim itu, Pilkades disebutnya berlangsung aman. Kegiatan itu dilaporkannya kepada Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) secara virtual.

"Protokol kesehatan menjadi penekanan dalam pemantauan tersebut. Hal ini untuk mencegah munculnya klaster baru penyebaran dan penularan covid-19," ucap Sukiman.

Sementara itu, Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik menambahkan, sejumlah upaya juga telah ditempuh terkait pencegahan, penularan dan penyebaran Covid-19. Semua ikhtiar itu dilakukan dalam suksesi  pelaksanaan Pilkades serentak.

Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya, keterlibatan Satgas Covid dalam kepanitiaan inti Pilkades tingkat kabupaten. Selain itu, ada pula sub tim di tingkat kecamatan hingga tingkat desa.

Ia mengatakan, tak hanya masuk dalam kepanitiaan, tapi juga ada saat bintek KPPS. Bintek itu terkait penerapan prokes secara ketat.

Demikian juga dengan pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka dilibatkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun. 

"Senin lalu para peserta (calon Kades) dan seluruh elemen yang terlibat dalam Pilkades telah pula menandatangani Deklarasi Damai," ujarnya.

Dalam kegiatan itu disepakati pula tidak menggelar konvoi atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Yusharto Huntoyungo berpesan, agar protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat. Selain itu, pemerintah dan  Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Kabupaten Lombok Timur juga diminta melakukan  testing 1377 orang dalam sehari. 

"Saya berharap Pilkades ini menghasilkan Kepala Desa yang dapat mendukung tercapainya visi dan misi kabupaten Lombok Timur," harapnya.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Apartur Desa (FPKAD) Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Paudah, mengapresiasi penyelenggaraan Pilkades Serentak di Lotim. 

Ia berharap sinergi Pemda bersama Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ditunjukkan dapat menjadi model bagi daerah lain. 

"Demikian halnya dengan penerapan protokol kesehatan, termasuk dengan mengurangi jumlah pemilih hingga di kisaran 300 orang dalam satu TPS serta penjadwalan kedatangan bagi para pemilih," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar