Nenek Ini Kecanduan Sabu, Nekat Curi Sepeda Motor

DIRINGKUS: Akibat kecanduan sabu, nenek ESW diringkus setelah mencuri sepeda motor.

GERUNG
-- Ada-ada saja ulah seorang nenek berinisial ESW. Lantaran tak punya uang, ia nekat mencuri sepeda motor.

Aksi nenek berusia 50 tahun ini terjadi di perumahan Gunungsari Indah, Lombok Barat. Ia menjalankan aksinya Minggu (20/6) lalu.

Kapolsek Gunungsari Iptu Agus Eka Artha Sudjana mengatakan, modus ESW saat mencuri sepeda motor dengan berpura-pura bertamu.

Setiba di rumah korban, nenek asal Sumbawa itu sempat memanggil. Namun, tidak ada balasan sahutan.

”Karena rumah sepi dijadikan kesempatan bagi ESW mencuri,” ujarnya, Rabu (30/6).

ESW lalu masuk ke rumah. Ia mengambil kunci sepeda motor yang diletakkan di meja ruang tamu. 

Nenek ini mengambil sepeda motor yang disimpan di garasi dalam keadaan terkunci stang.

Ihwal pencurian perempuan bau tanah ini pertama kali diketahui anak korban. Ia menyadari sepeda motor sudah tidak ada di garasi, lalu melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Polisi melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV ternyata pelakunya adalah ESW. Nenek ini diringkus di rumahnya, BTN Griya Asri, Senteluk, Batulayar. 

Dari hasil interogasi, sepeda motor yang dicurinya digadai ke temannya, berinisial M. Sepeda motor itu digadai dengan harga Rp 2,5 juta.

Barang bukti sepeda motor merek Mio J yang dikuasai M sudah disita. M juga diamankan karena bertindak sebagai penadah.

Eka mengatakan, dari pengakuan ESW uang hasil gadai digunakan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu juga digunakan untuk membeli sabu dan mengirimkan uang pacarnya. 

”Uang hasil gadai sudah habis digunakan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, nenek ESW dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. 

Sementara M dijerat pasal 480 KUHP, ancaman hukuman empat tahun penjara.

Terpisah, ESW mengaku tidak ada niat mencuri. Tujuannya, hanya meminjam.

”Saya tidak mencuri. Sepeda motor itu saya pinjam,” kelit ESW.

Saat dipertegas mengenai sepeda motor digadai, ESW tidak bisa memberikan alasan. Ia berdalih tidak ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar