728x90

ad

Malam dan Kunang-kunang, Magis yang Terkenang di Gunung Jae

SYAHDU: Suasana malam terasa syahdu dan khidmat di perkemahan Gunung Jae.

GERUNG
-- Senja baru saja pamit. Langit merah tembaga yang berjelaga di ufuk barat mulai meredup berganti warna pekat.

Siur angin yang sejuk pelan berganti menjadi lebih dingin. Lamat terdengar nun jauh di perkampungan warga, suara azan Magrib berkumandang.

Satu demi satu tenda yang berdiri di tepi danau mulai menyalakan penerang mengusir gelap. Malam mulai terasa lebih khidmat diselingi percakapan dan senda gurau dari tenda ke tenda.

Danau itu memiliki tepi dataran yang cukup luas. Ratusan kemah bisa berdiri menampung para pengunjung yang hendak nge-camp.

Begitulah suasana dan pemandangan yang disajikan di Gunung Jae. Sebuah muara sungai yang dikitari perbukitan dan persawahan warga di Desa Sedau, Kecamatan Narmada Lombok Barat.

Sejak dulu, tempat ini tak asing bagi warga Lombok. Tempat ini dikenal sebagai bumi perkemahan dengan spot view andalan yakni muara sungai berbentuk danau yang cukup luas.

Namun karena lanskap pemandangan yang disajikan cukup indah, membuat area ini menjadi salah satu spot wisata. Keindahan tempat ini ditambah lagi dengan kondisi air danau yang bersih dan jernih.

Bukan saja keindahan, kejernihan air danau dan suasana alami saja yang bisa dinikmati pengunjung ditempat ini. Kesan magis luar biasa akan tercipta ketika pengunjung menjumpai sejumlah kunang-kunang.

Serangga yang mengeluarkan cahaya dari tubuhnya ingin biasanya dijumpai di semak-semak pada aliran sungai yang tak jauh dari lokasi perkemahan. Jika tidak percaya, cobalah berwudhu di sungai saat waktu salat Isya tiba.

Biasanya serangga bercahaya ini keluar dari semak-semak tepi sungai yang relatif agak jauh dari sekitar perkemahan. Kendati demikian, keamanan di lokasi ini sangat terjamin.

Perkemahan Gunung Jae

Awalnya tempat ini merupakan sebuah kawasan perkemahan biasa. Namun belakangan ini kawasan Gunung Jae berubah menjadi tempat rekreasi yang lebih menarik dengan adanya fasilitas-fasilitas dan wahana baru yang disediakan pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Sedau, Amir Syarifudin menjelaskan, pengembangan kawasan wisata Gunung Jae ini berawal dari pelatihan dan diskusi yang diadakan Dinas Pariwisata Lombok Barat beberapa waktu lalu.

Dari proses itu tercetus ide mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan yang bukan hanya sekedar area perkemahan biasa.

“Pengelolaan kawasan ini kami mulai dari Oktober 2020 lalu setelah pelatihan dari Dinas Pariwisata. Sekarang di sini, selain camping ground kami juga menyediakan fasilitas lain seperti trek bambu yang melintasi area persawahan yang cocok untuk spot foto," ujarnya, Jumat (11/6).

Bukan hanya itu di area wisata ini ada juga penyewaan perahu yang relatif murah untuk mengelilingi danau. Tersedia pula lapak-lapak yang menyediakan makanan dan minuman sehingga para pengunjung tidak perlu repot membawa bekal dari rumah.

Fasilitas dan wahana itu tak cukup. Ada juga lokasi pemancingan hingga fasilitas pendukung lainnya. Sebut saja seperti berugak dan ayunan bawah pohon di tepi danau yang tentunya akan memberikan sensasi tenang dan nyaman. 

Fasilitas ini ditambah dengan suasana sejuk di lokasi ini. Pengunjung dijamin akan semakin betah berlama-lama menikmati kawasan wisata yang memiliki luas sekitar 10 hektar ini.

Tiap pekannya, kawasan wisata Gunung Jae selalu ramai didatangi pengunjung berkemah. Bahkan ada juga pengunjung yang menghabiskan waktu berkemah hingga sepekan lamanya.

Pengelola tempat wisata ini juga menyediakan peralatan kemah dengan aneka paket menarik. Pengunjung dapat memesan paket secara langsung di lokasi atau secara online melalui aplikasi AYOKELOMBOK yang dapat diunduh di Playstore. 

Amir kemudian menjelaskan, semua kegiatan yang ada di kawasan wisata Gunung Jae ini pelaksanaannya diawali dari masterplan. Semua penganggaran pembangunan wisata saat ini bersumber dari Dana Desa melalui penyertaan modal ke Bumdes.

“Pertama kami membuat masterplan berdasarkan masukan dan petunjuk yang kami dapat dari Dinas Pariwisata," terangnya. 

Selanjutnya pihak desa memberikan tugas tersebut kepada Bumdes mengelola wisata alam Gunung Jae. Di lain sisi, Bumdes menindaklanjutinya dengan membentuk unit usaha di bidang pariwisata yang dikelola oleh Pokdarwis.

Ke depan, Pemdes Sedau juga akan melengkapi fasilitas pendukung lain seperti musala, meeting room, restoran serta penambahan jumlah perahu. 

Saat ini, dari proses pembenahan yang telah dilakukan, pengunjung bisa menikmati perubahan pemandangan Gunung Jae "tempo doloe" dengan sekarang. Ada perbandingan pemandangan luar biasa yang bisa.dijumpai di tempat ini. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar