7 Murid SD Korban Pencabulan Divisum

Ilustrasi

KOTA BIMA
-- Masih ingat aksi pencabulan oknum kepala sekolah berinisial HS di Kota Bima? Oknum ini merupakan kepala di SDN 30 Kota Bima dan diduga mencabuli puluhan murid perempuannya beberapa waktu lalu.

Terungkapnya dugaan pencabulan HS berkat laporan dari orangtua masing-masing korban di DPKT Polres Kota Bima. Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bima Kota. 

Dari 20 siswi yang diduga menjadi korban pencabulan, 7 diantaranya divisum. Sayangnya, hasil visum dari 7 anak ini tidak bisa dipublikasikan. 

"Iya, sudah kami visum. Tapi untuk hasilnya tidak bisa kami publikasi karena menyangkut privasi korban," jelas Kanit PPA Aipda Saiful, Jumat (11/6).

Dalam kasus yang ditangani ini, ada total 20 siswi yang mengaku sebagai korban. Hanya saja dari jumlah itu, pihaknya tidak bisa menetapkan semuanya sebagai korban karena harus didukung dengan bukti.

Namun demikian, ada kemungkinan jumlah korban akan dikerucutkan kurang dari 20 orang. Itu dilakukan setelah melihat bukti-bukti yang ada.

Seperti berita sebelumnya, dugaan pelecehan seksual di SDN 30 Kota Bima terungkap setelah adanya murid setempat mengadu ke orangtuanya. Pengaduan itu disampaikan setelah dilecehkan Kasek berinisial HS.

Modusnya, HS berpura-pura bertanya apakah siswinya memiliki uang jajan atau tidak. Kemudian, HS memeriksa kantong siswa yang kemudian tangannya meraba tubuh dan menyentuh bagian sensitif bocah-bocah tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, HS membantah telah melakukan pelecehan seksual. Alih-alih mengaku, ia menyebut dirinya hanya sebatas mencubit pipi siswi-siswinya sebagai tanda sayang guru. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar