Bayi Pengidap Hidrocephalus Asal Desa Pringgajurang Meninggal

MENINGGAL: Bayi asal Pringgajurang, Amanda Putri meninggal setelah dioperasi.

SELONG
-- Usai menjalankan operasi bedah syaraf beberapa hari lalu, bayi pengidap hidrocephalus asal Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading Lombok Timur meninggal Senin (28/6). Bayi tersebut bernama Amanda Putri.

Terhadap kejadian itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soedjono Selong, M Tantowi Jauhari mengungkapkan, sebelum dilakukan operasi, dokter ahli menemukan cairan yang cukup banyak. Hal itu berdasarkan hasil scane oleh dokter.

Dalam kepala anak tersebut ada produksi cairan. Namun begitu, cairan hasil produksi tersebut tersumbat tumor yang tumbuh dalam kepalanya. 

"Anak ini saluran keluar cairannya itu tersumbat sama tumor," ucapnya.

Tantowi menjelaskan, pihaknya belum mengangkat tumor tersebut. Praktis, pihak rumah sakit belum mengetahui secara pasti jenis tumor yang ada. 

Namun begitu, kata Tantowi, dipastikan akibat produksi cairan yang tersumbat itu dapat menyebabkan kepala Amanda membesar hingga satu sentimeter setiap hari.

Tantowi menyebut, alasan belum diangkatnya sampel tumor tersebut lantaran dokter harus menyelesaikan terlebih dahulu limpahan cairan dalam kepalanya. 

Kala itu, dokter dinyatakan berhasil mengurangi jumlah cairan tersebut. Setelah itu, Amanda harus beristirahat menempuh fase selanjutnya. Namun, Amanda ternyata dikabarkan meninggal dalam masa istirahatnya.

"Tumor belum diangkat karena sedang masa perbaikan," ucapnya.

Sebelumnya, kata Tantowi, pihak dokter sanggup menangani hingga proses terakhir. Hal itu dinyatakan sejak fase pra operasi dengan persiapan yang dirasa cukup. 

"Semua telah dipersiapkan sejak pra operasi, melihat kondisi bayi baik, dokter menyatakan sanggup melakukan operasi," tutupnya. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar