9 Unsur Penentu Kebijakan BPPD Dilantik

LANTIK: Pengurus BPPD Lombok Timur dilantik Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

SELONG
-- Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy melantik sembilan orang unsur penentu kebijakan pada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPP) setempat. Mereka ini akan mengabdi untuk masa khidmat 2021-2026.

Kesembilan orang yang dilantik itu ialah, Muhammad Nursandi yang menjabat sebagai Ketua, Drs H Gufranudin, MA, sebagai Wakil Ketua,  dan Yogi Birrul Walid Sugandi, MPar, sebagai Sekretaris.

Sementara enam anggota lainnya yakni Busran Ekamayadi, Idham Kholid, Iwan Marindra, Mastur, Izzul Khairi dan Muhammad Nurjihadi.

Orang nomor satu di Lombok Timur ini berharap pejabat baru yang baru selesai dilantik dapat mengemban misi. Ada empat pokok yang harus dilaksanakan.

"Kalau dijabarkan cukup berat, tapi kalau dianggap enteng ya enteng. Jika sekedar menghabiskan anggaran dari pemda sudah tidak berlaku lagi,"ujar HM Sukiman Azmy, kepada awak media usai melantik, Senin (28/6).

Sukiman menerangkan, empat tugas pokok tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 22 tahun 2011 yang menjadi payung hukum berdirinya BPPD dirinya badan tersebut. Yakni pertama, meningkatkan citra pariwisata di tanah air, khususnya di Lombok Timur. 

Kedua, memperbanyak jumlah kunjungan wisatawan dalam rangka menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketiga, menggalang pendanaan dengan berbagai stakeholder terkait, dalam rangka melaksanakan kegiatan keparwisataan. 

Keempat, ialah melaksanakan riset atau penelitian guna meningkatkan bisnis di dunia pariwisata.

Tahun 2021 ini, beber Sukiman, Pemda menganggarkan sekitar Rp 750 juta melalui APBD. Namun jika masih ada kegiatan yang sifatnya butuh dukungan, maka dirinya hendak menambah anggaran tersebut di APBD Perubahan.

"Kita lihat di APBD induk 2020, jika aktivitasnya cukup spektakuler, bisa melaksanakan empat poin itu. Tentu pemerintah tidak akan berpangku tangan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua BPPD yang baru saja dilantik, Muhammad Nusandi mengatakan diri siap untuk mengajar apa yang menjadi arahan Bupati tersebut. Tapi demikian dirinya menyebut semua itu bisa menjadi sesuatu yang mudah juga sebaliknya.

"Jika sebelum pandemi akan sangat mudah berkoordinasi dengan setiap orang," ucapnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar