728x90

ad

Pulau Ular Belum Dikelola Maksimal, Ini Janji Gubernur

DIALOG: Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah dan wakilnya, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat dialog dengan pelaku wisata.

MATARAM
-- Seiring kemajuan pariwisata NTB, satu per satu potensi destinasi wisata terus bermunculan. Seperti Pulau Ular di Kecamatan Wera Kabupaten Bima.

Pegiat pariwisata asal Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Wawan Wiranto mengungkapkan, pengelolaan destinasi ini masih sangat minim. Buntutnya, pengelolaan destinasi ini kurang baik.

"Padahal Pulau Ular ini destinasi yang unik dan satu-satunya di Indonesia. Bahkan hanya satu-satunya yang bisa dikunjungi oleh wisatawan yang pernah ada di dunia," sesal Wawan, Rabu (19/5). 

Apa yang dilontarkan Wawan ini disampaikan dalam dialog para pelaku pariwisata NTB bersama gubernur dan wakil gubernur NTB. Dialog ini diselenggarakan secara hybrid.

Andai pulau ini dikelola baik dan didukung akses infrastruktur memadai, dipastikan destinasi yang satu ini bakal menjadi daya tarik tersendiri. Karena keunikannya, destinasi bukan tidak mungkin bisa menjadi magnet pariwisata NTB.

Apa yang dilontarkan Wawan rupanya diakui Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah. Ia mengakui salah satu kendala pengembangan destinasi wisata Pulau Ular adalah akses jalannya belum memadai. 

Namun saat ini, perbaikan jalan menuju destinasi Pulau Ular sebagian besar sudah diperbaiki. Apalagi pemandangan di sekitar jalan menuju Pulau Ular, baik dari Kota Bima ke Wera atau dari Sape ke Wera semuanya sangat indah.

"Kalau pandemi Covid-19 berlalu, kita akan bersinergi dengan Pemkab Bima membuat event-event besar," janji orang nomor satu di NTB ini.

Adapun event yang digambarkan dan bisa diselenggarakan seperti, lari maraton dan lomba renang yang berkelas. Gubernur juga berjanji menyediakan hadiah besar untuk event yang bakal diselenggarakan tersebut.

Gubernur berharap kepada pelaku pariwisata tetap bersinergi memajukan pariwisata di NTB. Menurutnya, kemajuan pariwisata tergantung dari peran pelaku industri pariwisata itu sendiri.

"Mereka adalah pemain utama untuk memajukan pariwisata kita, pemerintah hanya sebagai fasilitator," tegas gubernur.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah juga menanggapi tentang kebijakan buka tutup destinasi pariwisata pasca lebaran Idul Fitri. Kebijakan itu bukan tanpa sebab, mengingat tren kasus positif masih cukup tinggi. 

"Sehingga pemerintah dengan berat hati menutup beberapa tempat-tempat wisata," tandasnya.

Dalam dialog yang dirangkaikan dengan halal bihalal bertema Bersama Memajukan Wisata NTB. Kegiatan ini diikuti pelaku pariwisata di NTB. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar