728x90

ad

Lantik Dirut dan Dewas Baru PDAM, Begini Pesan Bupati Djohan

LANTIK: Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu saat melantik Dirut dan Dewas PDAM Amerta Dayan Gunung.

TANJUNG
-- Direktur Utama dan Dewan Pengawas (Dewas) baru PDAM Amerta Dayan Gunung, Lombok Utara akhirnya dilantik. Mereka dilantik bupati setempat, H Djohan Sjamsu, Kamis (27/5).

Bupati Djohan menetapkan Firmansyah sebagai Direktur Utama dan Simparudin sebagai Dewas. Mereka dilantik setelah pengunduran diri direktur Raden Walidin.

Sebelum pelantikan Firmansyah, tampuk pimpinan PDAM Amerta Dayan Gunung  jabatan dijabat oleh Kepala Bagian Teknis Pelaksana Tugas (Plt) dan disahkan melalui seleksi atau Pansel. 

Usai pelantikan, keduanya diharapkan mampu meningkatkan pelayanan, khususnya air bersih di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Bupati Djohan mengatakan, dengan dilantiknya kedua pejabat ini, perusahaan tersebut sudah memiliki nakhoda yang sah dan definitif. Dari mereka diharapkan pengelolaan manajemen keuangan dan aspek operasional perusahaan mengedepankan akuntabilitas. 

Perusahan ini disebutnya didirikan pemerintah dari uang rakyat. Karena itu aspek-aspek akuntabilitas dan pelayanan yang baik harus diperhatikan.

'Dirut baru, maka harus dengan semangat yang baru," ujar dia. 

Terhadap Dewas, Bupati Djohan menyebutnya sebagai perwakilan pemerintah daerah. Karena itu, Dewas harus berperan aktif melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan. 


Kegiatan ini terutama pada kepengurusan dan pengelolaan manajerial PDAM. 

Dalam aturannya, Dewas diisi oleh seorang ASN yang ditunjuk oleh daerah. Praktis, fungsi peran Dewas harus mampu memberikan pertimbangan dan saran pada Pemkab Lombok Utara untuk perbaikan dan pengembangan perusahaan kedepan.

Perencanaan jangka pendek dan jangka panjang disebutnya sudah mulai dipikirkan dirut yang baru. Daerah meyakini dirut baru merupakan sosok yang berpengalaman karena sejak PDAM Dayan Gunung masih dikelola Menang Mataram dirut tersebut sudah bekerja. 

"Tentu pengalaman yang dimilikinya sudah banyak dan mumpuni," ucapnya.

Djohan mengaku sangat paham kondisi keberadaan air bersih saat ini. Beberapa tahun terakhir dirinya melihat kondisi perusahaan sangat menurun. Ini terlihat dari pendapatan yang juga sangat menurun.

Karena itu, ia menyebut kondisi sebagai tantangan bagi Dirut dan Dewas baru. Perusahaan ini harus dikawal sebaik-baiknya termasuk menyangkut pelayanan bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah mengatakan, pihaknya akan mencoba mengevaluasi semua kegiatan maupun program yang akan dilakukan tahun ini. Sememtara persoalan perusahaan yang sedang berpolemik di Gili Terawangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab setempat menentukan langkah yang akan tempuh.

Baginya, ini penting lantaran perencanaan dan langkah strategis yang akan dilakukan tidak lepas dari koordinasi dengan kepala daerah.

Selain itu, pihaknya dalam waktu dekat juga bakal berkoordinasi dengan Dewan Pengawas dan seluruh karyawan PDAM. Langkah ini diambil agar semua elemen di dalam perusahaan itu solid dan kompak. 

Ia membeberkan perencanaan dalam waktu dekat ini. Pihaknya akan membenahi persoalan air yang selalu dikeluhkan masyarakat di Bayan. 

Sebut saja seperti perosalan air di Desa Anyar Bayan. Pihaknya mengurai persoalan yang tengah dihadapi hingga mengurai masalahnya sampai tuntas. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar