Sejumlah Bahan Pokok Turun Harga

Masyhur

SELONG
-- Memasuki Minggu kedua Ramadan, sejumlah bahan pokok mengalami penurunan harga.

Kondisi ini tidak lepas dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ketersediaan pangan terutama menyangkut bahan pokok. 

Pemkab Lombok Timur misalnya, untuk menjaga ketersediaan pangan itu, Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy melalui instruksinya segera melakukan pasar murah bagi masyarakat. Pasar muruh ini khususnya untuk harga bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur, Masyhur menerangkan, ketersediaan pangan selama bulan suci ini akan tercukupi. Pasalnya harga bahan pokok cenderung turun.

"Seperti beras dan daging yang mengalami penurunan," terang Mansyur saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/4).

Ia merincikan, harga beras yang sebelumnya Rp 10 ribu, saat ini sudah dalam posisi Rp 8.500 per kilogram untuk yang kelas premium. Sementara beras super Rp 12 ribu menjadi Rp 10.500.

Daging dua hari lalu, ucapnya, dari Rp 130 ribu, mengalami penurunan yakni menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Bahan lain seperti cabai, gula dan bahan industri lainnya juga ikut mengalami penurunan harga. Hanya saja, ia tak dapat merincikan persentase penurunannya.

Turunnya harga di beberapa bahan pokok itu disebutnya lantaran cuaca yang telah membaik. Kondisi ini berbuntut pada hasil panen petani yang melimpah.

"Kita berusaha agar stabil, tidak mengalami penurunan juga karena akan menyebabkan pedagang atau petani merugi," ucapnya.

Dirinya mengatakan, hal tersebut juga tak lepas dari upaya telah ditempuh untuk mempertahankan kesediaan pangan, khususnya selama Bulan Ramadan. Yakni melalui kontrol harga yang intensif.

Ia tak memungkiri jika di pasar akan mengalami fluktuatif harga. Lantaran itu pengawasan disebutnya perlu dilakukan untuk menghindari inflasi.

Kegiatan tersebut tentu tak dilakukan sendiri. Namun juga tetap berkoordinasi dengan dinas terkait.

Dirinya berharap agar, pedagang tak menjual barang di atas standar guna mengambil keuntungan banyak. Dirinya juga mengimbau agar tidak ada lagi penumpukan barang di suatu tempat, sebab hal itu disebutnya akan mempengaruhi harga.

''Kepala Pasar (Kapas) kami tetap berkordinasi dan laporannya setiap hari masuk ke Diskapang, terutama berupa harga harga," ujarnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar