Indah, Air Danau Segara Anak Berubah Tiga Warna

BEDA WARNA: Air Danau Segara Anak berubah menjadi tiga warna, kuning, hijau dan biru yang membuat pemandangan di danau ini kian eksotis. (Foto @wasim_ahmad29/Instagram).

SELONG
-- Pendakian ke Gunung Rinjani sudah dibuka sejak beberapa waktu lalu. Rinjani tercatat sebagai salah satu gunung yang memiliki danau kawah atau (crater atau volcanic lake).

Danau kawah di Rinjani tersohor dengan nama Segara Anak. Sedianya, bukan saja Rinjani yang memiliki danau kawah. Beberapa gunung di Indonesia juga memilikinya.

Sebut saja seperti Danau Toba, Kawah Putih di Gunung Patuha, Kawah Ijen, Kawah Kelud dan Kelimutu.

Seperti di Kelimutu misalnya. Ada tiga danau di kawah gunung tersebut. Dari ketiga danau itu masyhur dengan perbedaan warna yang dimilikinya.

Apa yang terjadi di Kelimutu rupanya saat ini sedang terjadi di Danau Segara Anak di Gunung Rinjani. Air danau itu berubah menjadi tiga warna, yakni kuning hijau dan biru.

Perbedaan warna yang menghampar di permukaan danau rupanya diabadikan lewat sebuah video yang indah. Video itu diunggah netizen bernama @wasim_ahmad29.

Video tersebut kemudian di-posting oleh admin akun @jejak_pendaki. Dalam postingannya, terdapat tiga video dan satu foto yang mengabadikan momentum perubahan warna air tersebut.

Sejauh ini, postingan itu mendapat beragam komentar dari netizen. Perubahan warna air itu dicibir karena ulah manusia yang telah merusak alam. Sementara netizen lain menulis ketakjubannya terhadap kondisi yang sedang terjadi.

"Rinjani selalu istimewa," tulis akun Jejak-Pendaki, Sabtu (10/4), menimpali komentar para netizen.

Usut punya usut, dari sudut ilmu geologi, fawah kawah biasa juga disebut danau kepundan dengan massa air yang menutupi suatu kawah gunung api. Terdapat sekitar 12 persen dari 700 gunung api di muka bumi yang memiliki danau seperti Rinjani.

Wikipedia menyebutkan, keadaan fisik dan kimia danau kawah berbeda-beda. Kondisi ini tergantung aktivitas gas magma serta interaksi batuan dengan cairan antara permukaan magma dan situasi di bawah permukaan. 

Perubahan-perubahan pada kondisi danau menunjukkan dinamika dan kerumitan proses yang terjadi di danau. Sebabnya karena berbagai proses fisika dan kimiawi terjadi dalam waktu bersamaan. 

Danau kawah berfungsi pula sebagai "kondensator" panas dan saringan gas yang keluar dari magma.

Danau kawah yang menutupi kawah aktif biasanya memiliki pH sangat rendah (0—2) sehingga praktis sangat beracun bagi sebagian besar makhluk hidup. Warna danau yang dipengaruhi keluaran gas belerang (H2S dan SO2) biasanya berwarna hijau cerah (seperti di Kawah Ijen). 

Warna ini dapat berubah sewaktu-waktu menjadi kuning atau putih, tergantung kepekatan gas yang keluar. Gas lain yang dapat dikeluarkan kawah adalah gas klor, fluor, CO serta CO2. 

Komposisi gas-gas yang terlarut atau bereaksi dengan air dan mineral mengakibatkan perbedaan warna danau, seperti yang mudah terlihat pada kompleks Kelimutu.

Nah! Yang sedang terjadi di Dana Segara Anak sepertinya tidak jauh beda dari penjelasan sudut pandang geologi tersebut. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar