Berlibur ke Lombok? Jangan Lewatkan 5 Kuliner Khas Ini

Ilustrasi 

MATARAM
— Pulau Lombok telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas di Indonesia. Status yang disandang ini menegaskan bahwa Lombok merupakan salah satu daerah destinasi terbaik yang tidak boleh dikunjungi.

Ditetapkannya Lombok sebagai destinasi super prioritas bukan tanpa alasan. Di daerah ini sangat banyak destinasi dengan pemandangan yang sanggup membuat takjub.

Lombok tidak saja dikenal karena keindahan pantai-pantai berpasir putih yang dimilikinya. Namun juga, daerah ini memiliki destinasi wisata seperti gunung serta air terjun yang tak kalah fantastisnya untuk disinggahi.

Bagi pelancong yang hendak menjajaki Lombok dan berniat berlibur, ada beberapa rekomendasi makanan khas Lombok yang tidak boleh dilewati. Pelancong wajib merasakan masakan agar “afdal” liburannya.

Nasi Puyung

Nasi Puyung

Tampilan dari Nasi Puyung ini sekilas biasa saja. Tapi jangan salah, penampilan rupanya tidak mempengaruhi rasa yang ditawarkan. 

Nasi yang berasal dari Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah sangat direkomendasikan bagi penggemar makanan berselera pedas. Kendati tampilannya hanya berbungkus daun pisang, dijamin bagi yang mencicipinya bakal nagih.

Kenikmatan Nasi Puyung ini terletak pada lauk pauknya. Bersama nasi putih, sudah ada sambal, kedelai goreng, suwiran, dan daging ayam cincang, kelapa parut dan telur. 

Lazim diketahui, Lombok terkenal dengan selera pedasnya. Nasi Puyung ini bisa jadi masuk dalam peringkat daftar teratas soal selera pedas tersebut.

Sejarah lahirnya Nasi Puyung ini bermula sekitar tahun 1980-an. Nasi ini lazim dijual di malam hari bagi anak muda yang suka balap liar di jalanan. Lantaran rasanya yang enak, para pemuda ini ketagihan dan menjadi kebiasaan memakan nasi ini selepas balap.

Saat ini bisnis Nasi Puyung merambah sejumlah daerah di Pulau Lombok. Nasi ini dengan mudah bisa dijumpai di Lombok, Barat, Lombok Timur, bahkan di Kota Mataram.

Ayam Rarang

Ayam Rarang

Kuliner yang satu ini benar-benar warisan leluhur orang Sasak (suku di Lombok, Red). Kuliner ini mudah dijumpai di Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur.

Disebut Ayam Rarang lantaran kelahiran kuliner yang satu berasal ini dari desa tersebut. Sekilas tampilannya nampak sangat pedas. Ini karena ayam yang menjadi menu pokok kuliner ini dilumuri sambal berminyak.

Tapi jangan salah. Kendati terlihat pedas, tidak seperti yang dibayangkan. Rasanya cukup bersahabat bagi pelancong atau pemburu kuliner yang tidak terlalu bersahabat dengan rasa pedas.

Ayam Rarang jauh lebih ringan kadar pedasnya dibanding Nasi Puyung. Kelezatan kuliner satu ini terutama pada bahan baku ayam yang digunakan. Kuliner ini selalu menggunakan ayam kampung untuk menemui cita rasa terbaiknya.

Dalam proses pembuatannya, Ayam Rarang ini memiliki bumbu yang cukup banyak. Bumbu tersebut terlebih dulu dimasak dan digoreng bersama ayam kampung yang sudah dipotong dalam ukuran tertentu.

Dalam tradisi kuliner lokal masyarakat Lombok, Ayam Rarang ini termasuk dalam jenis masakan pelecingan. Biasanya Ayam Rarang disajikan dengan sayur bening seperti kelor atau bayam. Selain itu, ditambah pula dengan mentimun.

Harga yang ditawarkan untuk bisa mencicipi masakan yang satu inipun sangat terjangkau. Berbekal Rp 50 ribu saja, penggila kuliner siap dimanjakan lidahnya oleh kelezatan masakan yang satu ini.

Satu Bulayak

Sate Bulayak

Nah! Kuliner yang satu ini berasal dari Kabupaten Lombok Barat. Sate Bulayak juga merupakan kuliner yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Lombok.

Seperti sate pada umumnya, sate yang satu ini juga tak jauh berbeda. Namun yang menjadikan Sate bulayak berbeda karena kekhasan bumbunya yang menggoda dan mengeluarkan bau sedap dan menggugah selera makan.

Sate ini berbahan daging atau jeroan sapi yang dilumuri dengan bumbu khas Lombok. Pada saat makan, sate khas ini biasanya diikuti oleh makanan khas lainnya menyerupai lontong yang lapisi daun enau (nira) muda. Lontong inilah yang dinamakan Bulayak.

Semula dalam awal perjalanannya, sate bulayak dibuat masyarakat  Narmada, Lombok Barat. Belakangan, perkembangan kuliner yang satu ini sangat luar biasa.

Keberadaannya dengan mudah dijumpai di pinggir jalan protokol hingga  di lokasi destinasi wisata di Lombok Barat. Agar bisa memudahkan pelancong yang ingin berburu kuliner satu ini, silakan kunjungi destinasi di sekitar Kecamatan Narmada. Ada banyak destinasi yang bisa dijumpai di daerah ini dan rata-rata tersedia Sate Bulayak.

Sate Tanjung

Sate Tanjung

Kuliner yang satu ini berasal dari ibukota Kabupaten Lombok Utara, yakni Tanjung. Tak heran jika kuliner khas Lombok yang satu ini dinamakan Sate Tanjung, merujuk dari nama asalnya.

Sate ini berbahan dasar ikan segar. Rasanya yang manis, gurih dan pedas siap mengacak-acak lidah para penggila kuliner. Bisa dibilang, masakan yang satu ini merupakan salah satu primadona yang paling diburu jika berkunjung ke Lombok.

Dalam proses pembuatannya, daging ikan segar yang telah dipotong direndam bersama bumbu rempah yang sudah dihaluskan. Daging ikan kemudian ditusuk dan dilumuri kembali dengan bumbu sebelum dibakar.

Cukup hanya beberapa menit saja untuk menunggu sate ini matang. Tidak dibutuhkan waktu yang lama dalam pembakarannya.

Yang menarik dari sate ini tidak saja terletak pada rasanya. Teksturnya yang halus juga menjadi ciri lain dari sate yang satu ini.

Ayam Taliwang

Ayam Taliwang

Yang satu ini legendaris banget. Saking begitu terkenalnya, kuliner yang satu ini sudah merambah pasar nasional. 

Di beberapa daerah seperti Jakarta dan Bandung misalnya, Ayam Taling sudah bisa dijumpai. Hebatnya lagi, Bali yang sudah lebih dulu terkenal sector pariwisatanya di sejumlah hotel dan restoran juga menawarkan hidangan yang satu ini. Ya, Ayam Taliwang.

Begitu legendarisnya kuliner yang satu ini, Wikipedia secara khusus mengabadikannya dalam ruang khusus.

Lazim diketahui jika kuliner ini khas Pulau Lombok dari Kampung Karang Taliwang, Kota Mataram. Daging ayam yang disajikan berasal dari ayam kampung muda yang dibakar kemudian dibumbui dengan semacam saus.

Makanan ini biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok yang lain, misalnya pelecing kangkung atau beberoq.

Olahan ayam ini dapat disajikan dengan du acara. Yakni di bakar atau digoreng. Cara mengolahnya cukup unik. Selama proses pembakaran, bumbunya dilumurkan agar meresap ke dalam daging ayam. 

Nah! Itu 5 kuliner yang wajib anda cicip jika berlibur ke Lombok. Jangan lupa bawa banyak uang dan berbelanja demi membantu perekonomian warga setempat. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar