728x90

ad

Uji Adrenalin? Coba Deh River Tubing Sungai Mencerit

Rasakan Bebas, Lepas dan Sensasi Kanal Aliran Sungai

PENUH SENSASI: Menikmati wisata river tuning di Sungai Aik Mencerit dijamin penuh sensasi.

---------------

"Sensasi di sungai ini tak ada duanya. Tak hanya berwisata sungai dengan paduan adrenalin, tapi pengunjung dijamin keselamatan dan servis memuaskan."

SAEPUL HAKKUL YAKIN -- SELONG

Masih ingat kan ketika masa kanak-kanak? Ya, waktu itu main di sungai salah satu yang menggembirakan. Meski hanya bermodal ban bekas atau sebatang pohon pisang.

Mengulang kembali memori masa kecil itu kadang selalu indah. Bermain bebas dengan perasaan lepas.

Jika ingin merasakan sensasi itu lagi, tak ada salahnya jika mencoba wisata satu ini. Yakni river tubing di Sungai Mencerit, Dusun Tempasan, Desa Pringgasela, Keamatan Pringgasela, Lombok Timur.

Tak hanya bebas dan lepas yang Anda rasakan, tapi juga terselip sensasi adrenalin yang dipacu. Di sungai ini, airnya yang jernih dan sejuk, tempatnya juga masih asri. 

Ditambah lagi di lokasi itu dapat ditemukan beberapa mata air. Kondisi ini menambah daya eksotis sungai tersebut. Dijamin, yang sudah berkunjung bakal sulit melupakan destinasi yang satu ini.

Apa pengalaman menarik dari river tuning di tempat ini? Yang menarik yakni, jalur lintasan sungai yang menantang. Banyak jeram yang memicu adrenalin seketika.

Tak hanya itu, aliran sungai ini serupa terowongan. Jalur lintasan air dihimpit tebing bebatuan andesit yang mempesona.

Kepada JEJAK LOMBOK, Pengelola River Tubing Sungai Mencerit, Barry Perdana Putra menuturkan, wisata yang dibuatnya mulai dikelola dari tahun 2015 yang lalu. Dirinya mengakui, jika keberadaan destinasi itu berkat bantuan pegiat wisata dan pemuda setempat.

"Ada Bang Hirjan juga, dan ide awalnya muncul dari dia (Hirjan, red)," terang Barry Perdana Putra, saat ditemui disela-sela kesibukannya " Minggu sore (21/3).

Tak lama setelah itu, ia bersama teman-temannya meyakinkan diri dan bersepakat mencoba sensai aliran sungai itu. Sebelum membuka destinasi satu ini, ia sendiri telah mencoba hal serupa di salah satu wisata di Jogjakarta.

"Di lain sisi, saya memiliki basic yang memang di kegiatan tersebut. Daya salah satu penyedia perlengkapan alat-alat wisata out door," sambungnya.

Namun begitu, kala membuka spot satu ini  rupanya tak mudah. Ia menyebutnya, pada waktu itu teman-temannya belum yakin sepenuhnya akan destinasi satu ini.

Ia pun mengajak beberapa temannya untuk berdiskusi. Ia membeberkan, waktu itu ia tak hanya berdialog dengan pegiat wisata, namun juga semua elemen. Baik itu pegiat seni, budaya, musik dan lainnya. Setelah memastikan kesiapannya barulah destinasi satu ini dipasarkan.

"Kita sudah ajak, tapi kemungkinan belum yakin ya. Akhirnya kita-kita yang rintis dari kesemuanya baik biaya maupun yang lainnya, karena kami tak punya kelompok," ujarnya.

Lantaran tak punya kelompok, pengelolaan destinasi itu disebutnya secara indie. Namun demikian, ia tetap melibatkan masyarakat setempat.

Misalnya, warga yang memiliki mobil pick up yang tengah tak ada trayek dapat digunakannya untuk mengakut tamu yang datang. Tak sampai di situ, pihaknya juga dapat mengkoneksikan dengan wisata terdekat seperti dan makanan yang disukainya.

Ia membeberkan, untuk dapat menikmati wisata itu, pengunjung harus berkelompok. Lantaran destinasi ini menawarkan satu ban akan dinaiki oleh satu orang saja.

"Karena ini river tubing, satu ban akan dinaiki satu orang. Beda dengan arum jeram yang satu alat dinaiki banyak orang," ujanya.

Wahana satu ini, sebutnya, dapat dikategorikan musiman. Sebab harus nunggu air sungai dengan debit yang cukup besar. Biasanya itu didapati jika sudah masuk musim penghujan mulai bulan Desember hingga Juli. 

"Masuk bulan Juni, debit air sungai sudah mengalami penurunan," imbuhnya.

Ia tak menafikkan, jika dengan debit air seperti saat ini, kegiatan tersebut dapat dilakukan. Namun rentan dengan kerusakan alat yang telah disediakan.

Melihat kondisi itu, ia tak hanya berpangku tangan. Untuk menjaga debit air, ucapnya, pihaknya tengah berjuang. Dengan cara menanam pohon di sepanjang aliran sungai.

Sebab, aliran kali satu ini dialiri setidaknya empat mata air yang cukup besar. Dan kewajibannya untuk menjaga air tersebut.

"Bisa saja kita melakukan river tubing, tapi konsekuensinya alat rusak. Karena kalau debit airnya kecil akan rentan tergores, dan pasti akan rusak," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya tak berfokus pada banyaknya pengunjung yang datang. Dirinya lebih mengutamakan keselamatan pelaku wisata yang hendak mencoba sensasi itu.

Sebab, melakukan river tubing ditempat itu, setidaknya memiliki empat titik jeram dan sejenis terowongan yang dilewati. Di setiap titiknya, ada tenaga yang telah disediakan yang akan mengontrol jalannya wahana itu. Orang-orang tersebut, bukan sembarangan, melainkan anggota yang telah terlatih.

Di destinasi ini, tak hanya kesigapan yang dibutuhkan. Namun juga koordinasi dan pengontrol waktu yang tepat.

"Misalnya dalam satu kelompok ada 20 orang, tidak bisa dilepas langsung semunya. 5 orang mungkin dan itu akan diatur jaraknya," ucapnya.

Ia mengatakan, destinasi ini masuk kategori out bond. Karena itu standar operasional prosedur (SOP) harus jelas. Petugas di lokasi itu telah melalui pelatihan dan dipastikan mereka cukup telaten dalam menangani masalah yang kemungkinan timbul.

Misalnya pada saat melakukan kegiatan itu, pengunjung tiba-tiba ayan atau kejang perut atau kondisi lainnya. Kondisi itu telah dapat diatasi.

Lantaran itu, di lokasi tak bisa orang masuk sembarangan. Jika belum terlatih, bisa akan berdampak bahaya. Imbasnya bukan hanya pada oengunnung, tapi juga pengelola.

"Standarnya P3K yang jita diajari swaktu sekolah," ujarnya.

Di sini, pihaknya tak hanya menyiapkan ban, namun juga alat lainnya untuk melindungi pengguna jasa itu. Seperti helm, pelampung, pelindung siku, lutut, sepatu air atau minimal menggunakan sepatu biasa.

Ia mengatakan, untuk dapat menikmati wahana satu ini. Pengunjung hanya butuh merogoh kantong saku sebesar Rp 150 ribu  sampai Rp 175 saja. Besaran biaya ini tergantung pada jenis makanan yang akan diambil.

Tak hanya dapat makan, pengunjung juga mendapatkan dokumentasi secara percuma. Karena ada karyawan khusus untuk mendokumentasikan setiap pengunjunjung yang tengah bermain di lokasi tersebut.

"Mau soft filenya, kita kasih. Makanya sudah berberapa kamera yang rusak, karena air dan harus standbye mencari moment yang bagus untuk difoto," ucapnya.

Itu dilakukan semata-mata agar pengunjung senang. Sebab, ketika saat sedang lelah ditambah rasa degdegan, begitu naik terus ada foto, rasa itu dapat terbayar lunas.

Terlebih saat ini, setiap orang dapat mengabadikan sebagai moment pribadinya dengan mengunggah di berbagai media sosial. Dengan foto itu, dapat di upload ke Instagram, Facebook, Twitter dan lain sebagainya

Namun untuk dapat menikmati wahana itu, pengunjung tak bisa datang sendiri. Melainkan dengan berkelompok. Namun untuk wisatawan mancanegara, bisa hanya dua orang.

Lantaran wisatawan mancanegara, ada saja yang berkunjung dua sampai 5 orang per harinya. Harga yang diberlakukan bagi mereka pun berbeda dengan pengunjung lokal. Wisatawan mancanegara dikenakan baget sebesar Rp 250 ribu per orang. (*)

Posting Komentar

0 Komentar