728x90

ad

Mesum di Kamar Mandi, Bandot Tua Ikut-ikutan

DISIDIK: DA, remaja belasan tahun ini disidik kepolisian lantaran mesum di kamar mandi tempat wisata.

TALIWANG
-- Sepasang kekasih usia belasan ini benar-benar tidak ada akhlak. Mereka mesum di sebuah kamar mandi tempat wisata.

Perbuatan tercela anak ingusan ini rupanya terciduk warga. Mereka dipergoki saat sedang "mantap-mantap".

Sepasang kekasih itu adalah, AAK 14 tahun dan DA 16 tahun.

Kelakuan kedua anak belasan tahun ini terjadi di kamar mandi Pantai Pasir Putih, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Perbuatan mesum itu dilakukan, Rabu (24/3), sekitar pukul 10.00 WITA.

Sebelum kejadian, AAK menjemput DA ke rumahnya yang berada di Kecamatan Alas. Setelah itu ke rumah temannya mengantar tugas. 

Bukannya langsung pulang, pelaku mengajak korban ke Pantai Pasir Putih. Di lokasi awalnya keduanya semula hanya duduk-duduk saja.

Selang beberapa saat, entah setan apa yang menggoda keduanya. Mereka kemudian masuk kamar mandi di pantai itu dan terjadilah "mantap-mantap" layaknya suami istri.

"Saat melakukan aksi persetubuhan itu keduanya dipergoki warga setempat," ungkap Paur Humas Polres Sumbawa Barat, Ipda Eddy Soebandi, Kamis (25/3).

Setelah dipergoki oleh warga yaitu J alias Oyon, 51 tahun, AAK langsung mengenakan pakaian dan melarikan diri. DA yang ditinggal masih dengan posisi terlentang tidak memakai celana.

"Saat dipergoki AAK sempat melarikan diri. Sementara korban langsung buru-buru mengenakan celananya," jelasnya. 

Saat disidik, pelaku yang masih duduk di bangku SMP ini tak mengelak dimantap-mantapi. 

Oyon

Mirisnya, Oyon, si bandot tua bukan bertindak selayaknya pengayom. Ia justru memanfaatkan situasi dengan meminta imbalan kepada korban.

Imbalannya tak main-main. Burung Oyon yang tidak bisa kompromi rupanya juga minta bermantap-mantap. Imbalan yang diminta ini dengan janji perbuatan anak-anak ingusan ini tidak dilaporkan ke warga setempat.

Jika AAK dan DA mantap-mantap di kamar mandi, maka Oyon justru minta dilayani di sebuah berugak di sekitar pantai tersebut.

"Korban sempat menolak, namun pelaku J mengancamnya menggunakan senjata tajam dan menyuruh korban naik di atas berugak dan ia menyetubuhi korban," ungkap Eddy. 

Jelas saja aksi mantap-mantap itu tak bisa dinikmati oleh DA. Bukannya nikmat yang dirasakan, malah rasa sakit yang dirasa selepas saling genjot.

Selepas itu, DA berinisiatif menelpon temannya. Dalam percakapan, DA meminta tolong agar ia dijemput.

Apakah kelakuan bandot tua ini aman? Jelas tidak. Aksi bejat Oyon tercium warga setempat dan akhirnya melaporkannya ke pihak berwajib. 

Pelaku dan korban akhirnya dibawa ke Mapolres Sumbawa Barat diperiksa lebih lanjut. Selanjutnya Oyon harus mempertanggungjawabkan aksi bejatnya itu. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar