Jejak Terkini

Tiga Usulan Proyek Nasional Disetujui untuk NTB

RAKOR: Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah saat rakor terkait disetujuinya tiga usulan proyek di NTB.

MATARAM
- Kabar baik datang untuk warga NTB atas usulan tiga proyek yang diusulkan Pemprov NTB. Ketiga proyek itu diusulkan 2020 lalu.

Gubernur NTb, H Zulkifliemansyah mengatakan, ketiga proyek tersebut yakni, pembangunan Rumah Sakit (RS)  Mandalika, penyempurnaan Science Techno Industrial Park (STIP) dan NTB Hijau.

Diterimanya ketiga usulan Pemprov NTB tersebut terungkap saat rapat koordinasi (Rakor) Gubernur NTB dan Gubernur se-Sulawesi yang dilakukan secara virtual, Selasa (23/2).

Rakor gubernur ini difasilitasi Kementerian PPN/Bappenas RI. Dalam rapat itu juga menghadirkan pejabat eselon I dan II Bappenas RI dan Kepala Bappeda di NTB dan 6 provinsi se-Sulawesi.  

Lebih detail Gubernur Zulkieflimansyah menjelaskan, khusus untuk pembangunan RS Mandalika harus menjadi prioritas. Rumah sakit ini nantinya dari sisi lokasi areanya berdekatan dengan sirkuit.

Proyek ini harus segera dituntaskan lantaran event MotoGP segera dihelat. Alasannya, pelaksanaan event dunia MotoGP yang menghadirkan pembalap-pembalap kawakan dunia disertai para penonton dari negara-negara di dunia ini jika terjadi sesuatu (kecelakaan, red) harus segera mendapatkan perawatan di RS Internasional Mandalika. 

Zulkifliemansyah mengungkapkan alasan dipercepatnya penuntasan pembangunan RS Mandalika ini atas perintah Presiden Jokowi yang disampaikan melalui Kemenkraf RI, Sandiaga Uno. Ini disampaikan saat berkunjung ke Mandalika Resort belum lama ini.

“Karena itu segala fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan MotoGP ini termasuk pembangunan RS Mandalika juga bisa dipercepat,” beber Gubernur.

Usulan berikutnya, lanjut Bang Zul sapaan akrab orang nomor satu di NTB ini yakni mewujudkan “NTB Hijau". Gerakan ini melalui reboisasi atau menghijaukan kawasan hutan-hutan yang kritis di NTB. 

Dampak positif dengan NTB Hijau ini diharapkan ketersediaan air bisa dipenuhi. Dengan demikian, kesinambungan pembangunan dengan hutan yang tetap lestari bisa diwujudkan dengan baik.  

“Kita rencanakan dalam program NTB Hijau ini kita rencanakan luas areal yang direboisasi 200 ribu hektar. Diharapkan program ini bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Zulkieflimansyah.

Usulan terakhir yang disetujuai adalah terkait daya saing ekonomi. Program ini sebelumnya pernah menjadi penekanan Presiden Jokowi namun hampir dilupakan. Yakni Science Technology. 

Menurut Gubernur, hadirnya Science Techno Park (STP) sebagai wujud implementasi industrialisasi di NTB. Lewat usulan ini pihaknya ingin lebih disempurnakan dengan menjadi inkubator bisnis yang lebih produktif dan di NTB saat ini sudah dinilai berhasil. 

“Bukti keberhasilan tersebut saat ini telah mampu mendorong lebih dari 5 ribu UMKM dengan produk-produk industri yang sudah berkembang pesat. Mudah-mudahan dengan banyaknya inkubator bisnis ini akan menghasilkan UMKM-UMKM yang menghasilkan daya saing ekonomi, sehingga bisa lebih kompetitif dan berdaya saing di masa yang akan datang,” Gubernur menjelaskan.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Dr. H. Suharso Monoarfa menjelaskan, Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) ini dilakukan dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022. Rakorgub tahun 2021 ini merupakan tahun kedua penyelenggaraannnya. 

Rakorgub ini juga  merupakan inovasi Kementerian PPN/Bappenas untuk melibatkan para Gubernur dalam mematangkan rencana kerja sejak awal, sebelum RKP dan Pagu Indikatif ditetapkan. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana keterlibatan aktif para gubernur dilakukan setelah penetapan RKP tiap tahunnya dan Pagu Indikatif melalui rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). (jl)

Posting Komentar

0 Komentar