jejaklombok.com -- Sebanyak 61 Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa di Lombok Timur resmi di Lantik.
Momentum pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipandu Wakil Bupati, Ir. H. Moh. Edwin Hadi Wijaya di Aula Pendopo Bupati Lombok Timur, pada selasa (18/8).
Diantara deretan nama penjabat sementara yang dilantik, terdapat nama mantan Lurah Geres, Kecamatan Labuan Haji yang saat ini menjabat Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar).
Dia diamanahkan menjabat sebagai Pjs Kepala Desa Korleko.
Amanah tersebut datang di tengah persiapan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2027.
Bagi Athar, jabatan tersebut bukan sekadar pergantian posisi, tetapi amanah untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan sekaligus menjaga suasana masyarakat tetap kondusif.
Dia menyadari bahwa tahapan menuju Pilkades berpotensi menghadirkan dinamika di tengah masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga netralitas, keadilan dan komunikasi dengan seluruh pihak.
"Yang utama adalah menyukseskan Pilkades 2027 mendatang. Kita juga harus memastikan data perlinsos valid, sehingga tidak ada masyarakat yang terlupakan," ucap Athar.
Menurutnya, seluruh calon harus diperlakukan secara adil tanpa ada keberpihakan.
Dia berkomitmen menjalankan tugas sesuai aturan dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah daerah.
"Berlaku adil terhadap semua calon," tegasnya.
Tidak hanya itu, Athar menilai keberhasilan menjaga stabilitas desa tidak bisa dilakukan seorang diri. Sinergi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perangkat desa, pihak kecamatan serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci.
Ia memastikan koordinasi dengan pihak Kecamatan Labuhan Haji akan terus dilakukan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama dirinya menjalankan tugas sebagai Pjs Kades Korleko.
"Sinergitas dengan semua tokoh-tokoh dan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, apa pun itu," katanya.
Athar berharap kehadirannya sebagai Pjs Kades tidak menimbulkan sekat di tengah masyarakat. Sebaliknya, ia ingin membangun suasana pemerintahan yang terbuka, mengayomi dan mampu merangkul seluruh kelompok.
Baginya, menjelang Pilkades 2027, hal paling penting bukan hanya soal siapa yang akan menjadi pemimpin berikutnya, tetapi bagaimana seluruh tahapan dapat berlangsung aman dan demokratis tanpa memecah persaudaraan masyarakat.
"Intinya desa harus aman, nyaman, damai dan terkendali," pungkasnya.(jl)


