728x90

ad

Tahun Depan, Bekerja Keluar Negri Harus Kantongi Sertifikat Kompetensi

KUNJUNGAN: Menaker RI, Hj Ida Fauziyah saat berkunjung ke Lombok Timur.

SELONG
-- Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI bakal melakukan sembilan lompatan. Salah satunya ialah transformasi Balai Latihan Kerja (BLK). 

Hal itu ditandai dengan adanya MOU antara BLK Lombok Timur dengan Forum Komunikasi Industri. 

"Di Kementerian Tenaga Kerja, kami melakukan sembilan lompatan," ucap Mentri Tenaga Kerja Menaker RI, Hj Ida Faiziyah, Sabtu (20/2).

Dia menjelaskan, pentingnya kolaborasi kedua lembaga tersebut untuk menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja. Jika tidak, maka lembaga pelatihan bakal menjadi lembaga yang menyumbangkan pengangguran. 

Karena itu, ia menilai penting melakukan kerjasama sebagai langkah mencetak tenaga kerja yang kompeten. Lebih-lebih di NTB terdapat visinasi super prioritas yaitu Mandalika. 

Kawasan KEK Mandalika disebutnya sebagai milik masyarakat NTB. Karena itu, keberadaannya harus benar-benar dirasakan manfaatnya.

Selanjutnya, Ida Fauziyah menyebut peluang tanpa ditopang sumber daya yang mumpuni tidak berarti apa-apa. Karena itulah dipandang penting melakukan intervensi terhadap pengembangan sumberdaya manusia oleh kementrian.

Ia mengungkapkan, pihaknya bakal membuka workshop calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Lombok Timur. Hal itu lantaran Lotim diketahui sebagai penyumbang tenaga kerja yang cukup besar untuk luar negri. 

Kedepan, pihak kementerian mengaku bakal memperketat pemberangkatan tenaga kerja keluar negri. Ia menyebut, setiap warga negara yang ingin bekerja di luar negeri harus memiliki sertifikat keahlian pada bidangnya. Jika tidak, maka keberangkatan tidak dapat dilakukan.

"Kita tidak akan memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri kecuali mereka tenaga kerja yang bersertifikat dan kompeten," tegasnya. 

Ia menyadari, pemerintah pusat tidak dapat bekerja sendiri dalam hal ini. Karena itu, ia berharap adanya sinergitas dari pemerintah daerah sebagai kunci utama untuk mencapai tujuan bersama. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar