728x90

ad

Sekda Lotim Sempat Tidak Bisa Divaksin

VAKSIN: Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik sebagai orang pertama di daerah ini yang disuntik vaksin.

SELONG
-- Vaksinasi Covid-19 di Lombok Timur dimulai dari Sekda. Kendati menjadi orang pertama yang divaksin, orang nomor satu di birokrasi daerah ini sempat tidak bisa divaksin lantaran tensi darahnya sempat naik mencapai 146.

Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik mengatakan, dirinya lolos untuk divaksin pada hari pertama. Ia divaksin setelah sebelumnya sudah melewati screening administrasi dan medis.

"Saya sempat deg-degan juga saat hendak divaksin," akunya, Senin (1/2).

Saat mau vaksin katanya, tensi darahnya pertama kali di angka 146. Sementara tensi di atas 140 itu tidak boleh divaksin.

Tak hanya itu, Taofik juga mengira alat tes yang digunakan pihak tim medis rusak. Namun saat dicek tensi untuk ya g kedua kalinya, tekanan darahnya sudah menurun di angka 126. Setelah itu, ia pun diperkenankan untuk divaksin.

Ia bercerita, ia termasuk sebagai orang yang menjaga stamina tubuhnya. Sebulan sekali ia harus suntik vitamin.

Terhadap suntik vaksin Corona ini, ia mengaku lebih sakit disuntik vitamin ketimbang vaksin.

Ia menyebut jika masyarakat sering disuntik vitamin. Karena itu, ia meyakinkan bahwa suntik vaksin jauh lebih sakit.

Sebelum suntik vaksin, bebernya, terlebih dahulu akan dicek riwayat kesehatannya. Sebut saja misalnya seperti tensi darah yang harus berada di ambang standar 140

Selain itu, jika ada gula darah atau ke cing manis, warga yang mengidap penyakit seperti itu dipastikan bebas dari suntik vaksin. Begitu juga dengan ibu hamil dan menyusui, dipastikan tidak disuntik vaksin.

"Ukurannya itu adalah bagaimana kesiapan dari badan kita secara medis, karena semua itu sudah di-screening dan ada tahapan-tahapannya," ucapnya. (zaa)

Posting Komentar

0 Komentar