728x90

ad

Mantapkan Konsep Wisata Sembalun, Lotim Siapkan Rp 1 Miliar

BERPOSE: Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy bersama Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno berpose selepas diskusi di Kantor Balai TNGR.

SELONG
--Sinergi pengelolaan kawasan ekosistem dan wisata Rinjani membutuhkan perhatian berbagai pihak. Terlebih kawasan ini memiliki daya tarik alam serta adat tradisi yang masih terus terjaga.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy bersama Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno terlibat dalam diskusi pengembangan kawasan tersebut. Diskusi ini berlangsung Senin kemarin (22/2) di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Mataram.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukiman memaparkan rencana kongkrit pengembangan Sembalun ke depan. Sembalun dipilih lantaran kawasan ini berada di lingkar Rinjani yang terus menarik perhatian publik.

Daya tarik Rinjani ditambah dengan banyaknya label seperti taman nasional, global geopark, cagar biosfer, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). 


Berkembangnya pariwisata, selain berdampak positif seperti meningkatkan jumlah wisatawan, juga menimbulkan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan. Pemkab Lombok Timur juga mengalami keterbatasan ruang gerak dalam mengelola wisata Sembalun karena sebagian besar merupakan wilayah BTNGR dan Provinsi NTB. 

Dipaparkan Bupati, persoalan lain yang timbul adalah pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata yang dirasakan belum merata. Dari sisi ini, pendapatan dari sektor wisata masih hanya dinikmati orang tertentu, sementara lainnya hanya menjadi penonton. 

Selain itu, kontribusi untuk Pemkab Lombok Timur dari pariwisata yang berkembang di Sembalun juga belum terlihat. 

Karena itu, Pemkab Lombok Timur mengajukan sejumlah solusi seperti menyusun master plan terpadu Sembalun oleh BTNGR dengan Pemprov NTB. Peningkatan kerja sama BTNGR, pemerintah daerah dan masyarakat pelaku wisata untuk mendapat akses di kawasan yang melibatkan semua stakeholder desa, Pokdarwis, BUMDes, dan pelaku-penggiat pariwisata juga menjadi usulan. 

Ditawarkan pula konsep one gate ticketing ke Rinjani untuk menarik retribusi. Lewat tawaran ini, Pemkab Lombok Timur bisa mendapatkan peningkatan PAD dari kegiatan pendakian Rinjani, termasuk pendakian ke bukit-bukit yang dikelola Pemprov NTB seperti Anak Dara, Pergasingan, Nanggi, Selong, dan lainya. 

Untuk itu, Pemkab Lombok Timur menganggarkan dana Rp 1 M pembangunan sarana prasarana pariwisata di sekitar Cemara Siu (loket karcis). Selain itu, dilanjutkan dengan membangun transit atau rest area di sekitar lokasi tersebut yang akan menampung seluruh wisatawan. 

Pemkab Lombok Timur juga berencana mengaspal jalan hotmix jalur tracking sampai gerbang kawasan. 

Alhasil, kesepakatan bersama yang nantinya akan dilanjutkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Salah satu poin kesepakatan bersama tersebut adalah pembangunan rest area di luar Kawasan TNGR. Yaitu di Desa Sembalun Bumbung dan Kawasan HGU Sembalun Kusuma Emas oleh Pemkab Lotim.

Diterapkannya konsep one gate ticket di Cemara Siu di luar Kawasan TNGR sebagai konsep baru dalam pengembangan pariwisata yang terintegrasi dalam landscape ekosistem Sembalun. 

Isi kesepakatan lainnya adalah pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di sekitar TNGR. Pemenuhan air bersih ini pada sembilan kecamatan Kabupaten Lombok Timur dengan pola pemanfaatan air dari dalam kawasan TNGR dengan prinsip non komersial. 

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan BTNGR akan melakukan kajian perbaikan pipa air yang telah ada sebelumnya pada jalur eksisting Sembalun. Kemitraan konservasi juga menjadi poin kesepakatan. 

Kemitraan dapat dilakukan pada zona tradisional seluas 400 Ha melalui pola pemanfaatan HHBK. Begitu juga dengan jasa lingkungan (wisata alam, air), dan pemulihan ekosistem. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balai TNGR beserta jajaran, Kepala OPD terkait, Camat Sembalun, serta Kabag Kerjasama Setda Lotim. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar