728x90

ad

Kawasan Pesisir Diprioritas Jadi Obyek Tanam Kelapa

BELUM MAKSIMAL: Komoditi kelapa di sektor perkebunan di Lombok Timur masih belum dimaksimalkan.

SELONG
--Kabupaten Lombok Timur merupakan penghasil kelapa terbesar di NTB. Tahun 2019 yang lalu, Lotim mampu menghasilkan 6 ribu ton lebih komoditi yang satu ini.

Namun demikian, pemerintah setempat memaksimalkan untuk komoditi sektor perkebunan ini.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Lombok Timur, Marepudin mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan hal lebih terhadap komoditi kelapa. Menurutnya, hal itu berkenaan dengan anggaran.

"Kalau kita bicara untuk tahun ini, tidak bisa lepas dari anggaran yang telah diketuk tahun kemarin," terangnya, Rabu (24/2).

Dia menjelaskan, di bumi Patuh Karya masih memiliki hamparan luas berupa bentangan pantai. Kawasan pesisir ini setidaknya terletak di wilayah Sambalia, Pringgabaya, Sakra Timur, Labuan Haji, Keruak dan Jerowaru.

Kawasan itu, sebutnya, dapat dimanfaatkan  untuk menanam kelapa. Ini penting jika ingin menambah produksi komoditi perkebunan tersebut.

"Karena kalau bicara kelapa semua bisa dimanfaatkan, tidak ada yang dibuang," ujarnya.

Ia mengaku, meski baru dua bulan duduk di instansi tersebut, dirinya telah menyiapkan beberapa upaya kedepan. Yakni berupa pengadaan bibit kepala yang hendak difokuskan ke wilayah pesisir daerah selatan.

Baik itu jenis kelapa  hibrida yang cepat berbuah. Namun jika ingin jangka panjang maka pilihannya varietas kelapa dalam.

Hal itu, sebutnya untuk mengurangi cuaca panas yang ada di selatan. Di lain sisi, hal itu dapat menambah income bagi petani dan PAD, khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

"Kita contoh saja daerah lain, kan ada agro wisata khusus kelapa," sebutnya.

Di daerah selatan melalui UPP Jerowaru, ujarnya, sebenarnya telah meminta 1000 bibit kelapa untuk ditanam di pinggiran embung yang ada di wilayah tersebut. 

Dan untuk daerah itu, terangnya, menjadi prioritas. Namun sampai saat ini baru hanya 600 bibit kelapa yang diambil.

Untuk tahun 2020, bebernya, pihaknya memiliki sekitar 4000 biji bibit kelapa. Yang terserap ke wilayah utara.

"Kalau segini, selama masih ada bibit kita iya kan. Bila perlu pokir dewan kita arahkan untuk pembelian bibit kelapa nantinya," terang Marepudin.

Namun demikian, lanjutnya, ada kelemahan jika ingin menanam komodti satu ini di wilayah selatan. Yakni area tersebut dikenal dengan daerah kering.

Hal itu disebutnya sebagai risiko. Terlebih lagi pada saat kemarau yang buntutnya bibit tersebut rentan mati.

"Apalagi selatan penyangga wisata. Kita harapkan dari komoditi satu ini peningkatan PAD Lotim," tandasnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar