Iklan

terkini

Giliran Sesaot Dibersihkan, Dispar Lobar Diskusi Seputar Pariwisata

Jejak Lombok
Jumat, 15 Januari 2021, Jumat, Januari 15, 2021 WIB Last Updated 2021-01-15T12:44:39Z

GOTONG ROYONG: Dispar Lombok Barat bersama komunitas peduli pariwisata melakukan aksi bersih-bersih di Sesaot.

GERUNG
--Jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) secara konsisten melakukan kampanye mewujudkan masyarakat sadar wisata. Kampanye ini dilakukan melalui aksi gotong royong setiap pekan. 

Pagi tadi, Jum'at (15/1), jajaran Dispar Lobar menggelar gotong royong di Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas) Sesaot, Kecamatan Narmada Lombok Barat. Tidak sendiri, jajaran Dispar juga dibantu Dinas Lingkungan Hidup, pihak kecamatan, desa, pengelola, mahasiswa Unram, dan para pelaku wisata di Sesaot.

Purekmas Sesaot merupakan salah satu bagian dari kawasan Sekawan Sejati (Sesaot, Pakuan, dan Buwun Sejati) yang masuk dalam Sustainable Tourism Observatory (STO). Ditetapkannya tiga desa ini sebagai STO bersama tiga daerah lain se-Indonesia dan sudah mencapai Sustainable Tourism Certificate (STC) pada 2018 lalu.

Desa Sesaot sendiri pada 2019 lalu juga menerima anugerah   penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award di bidang lingkungan oleh Kementerian Pariwisata RI.

"Hari ini kita bergotong-royong di sini, ingin tetap mewujudkan apa yang menjadi semangat dari gerakan BISA yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata bagaimana mewujudkan destinasi yang Bersih, Indah, Sehat, dan Aman dari penyebaran Covid-19. Di sini protokol kesehatan menjadi sesuatu yang sangat diprioritaskan tetapi juga tentu dari aspek keindahan, kebersihan dan keasrian lingkungan juga menjadi perhatiannya," terang Kepala Dispar Lobar, H. Saiful Akhkam usai kegiatan.

Kegiatan gotong royong ini lanjutnya, ingin tetap memberikan semangat pada para pelaku, kepada para pengelola yakni Badan Usaha Milik Desa dan Pokdarwis yang ada di Desa Sesaot terkait dengan pemeliharaan Sesaot Purekmas sebagai salah satu destinasi di Kabupaten Lombok Barat.

Aksi ini mendapat apresiasi dari Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sesaot, Imam Ibnu Umar. Kegiatan semacam ini diakuinya juga rutin dilakukan pihaknya bersama para pedagang dan masyarakat sekitar setiap satu kali dalam seminggu. 

Ia berharap kegiatan bersih-bersih di kawasan wisata dapat menjadi contoh kepada masyarakat. Contoh ini khususnya bagi masyarakat yang berada di destinasi wisata untuk lebih sadar akan kebersihan.

Salah satu potensi Purekmas Sesaot adalah aliran sungai yang jernih dan segar. Namun, tidak sedikit sungai yang ada membawa aneka sampah yang berasal dari daerah sekitarnya.

“Sampah di sini bukan saja berasal dari tempat ini. Namun sampah-sampah ini ada yang kiriman dari tempat lain. Keterlibatan semua pihak sangat kita harapkan. Kita sangat membutuhkan bantuan dari desa kami sendiri dan desa tetangga, khususnya masyarakat sekitar sungai  sadar agar tidak membuang sampah di sungai," ucapnya.

Ke depan, pihaknya berharap adanya bentuk kerjasama dari pihak desa dan seluruh masyarakat untuk membersihkan sampah di sungai ini. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi membuang  sampah lagi di sungai.

Senada dengan Imam, Ibu Jahoriah yang merupakan salah satu pedagang di Sesaot berharap pihak desa dan masyarakat sekitar lebih berkomitmen dalam penanganan sampah.

“Sekarang di sini sudah jauh berbeda bila dibandingkan dengan dulu, sekarang tempatnya sudah bagus. Di sini yang jadi kendala itu tidak adanya tempat pembuangan akhir, kalau tong sampahnya sudah penuh jadinya dibuang sembarangan karena tidak adanya TPA itu,” ungkapnya.

Selain gotong royong, kegiatan juga diselingi dengan diskusi yang dinamakan Dispar atau Diskusi Seputar Pariwisata dengan para pengelola destinasi wisata. Hampir di seluruh desa baik itu desa wisata atau bukan, sampah menjadi salah satu isu penting. 

Permasalahan utama terletak pada tidak tersedianya tempat pembuangan akhir sampah di desa sehingga masyarakat kebingungan saat akan membuang sampah yang sudah terkumpul. Akibatnya, penanganan sampah menjadi sedikit terhambat.

Terkait hal itu, Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni menerangkan salah satu langkah solusinya. Berkerjasama dengan Pusat Kajian Pariwisata (Pujita) Universitas Mataram (Unram), pihaknya saat ini tengah mengembangkan program “Olah Sampah Terpadu Sampai Tuntas”. Langkah ini diharapkannya mampu menciptakan kawasan Sekawan Sejati yang bersih.

“Ini TPA dalam bentuk bangunan, ada tempat pembakaran di situ. Ketika ada sampah organik dan non organik ini kan kita pilah sebelum kita bakar yang nanti kalau sampah organik ada abunya bisa kita gunakan sebagai pupuk," ucapnya.

Pihaknya juga mengaku sudah punya tungku pbakaran sampah. Hanya saja, tungku itu belum jadi 100 persen, baru jadi 70 persen. 

"Ketika misalnya tungku di Sesaot ini sudah jadi, kami menginginkan ada kolaborasi supaya sampah-sampah yang ada di tiga desa sekawan sejati ini bisa teratasi,” tandasnya. (jl)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Giliran Sesaot Dibersihkan, Dispar Lobar Diskusi Seputar Pariwisata

Terkini

Iklan