Jejak Terkini

Songsong Hari Ibu, 102 Perempuan Lombok Barat Rapid Gratis

RAPID TES: Wakil Bupati Lombok Barat, Hj Sumiatun dan 101 ibu-ibu di daerah itu ikuti rapid gratis.

GERUNG
--Menyongsong peringatan Hari Ibu ke 92 di Lombok Barat, sebanyak 102 perempuan di daerah itu dites rapid. Dari jumlah itu, turut pula wakil bupati dan istri bupati.

Rapid tes gratis yang diselenggarakan di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat,l ini dirangkai pula penyerahan sembako secara simbolis. Bantuan ini merupakan kerjasama TP- PKK Lombok Barat dengan Sharma Wanita Persatuan (DWP).

Ikut pula dalam kerjasama itu yakni Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Lobar.

Wabup Lombok Barat, Hj Sumiatun dalam sambutannya mengapresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Rapid tes ini dianggap penting terutama di masa pandemi Covid-19.

Hampir sepanjang 2020 ini, ungkapnya, dunia digegerkan virus corona. 216 negara terdampak, hingga lebih dari 73 juta penduduk dunia terinfeksi.

"Lebih dari 1,6 juta orang yang sudah meninggal dunia," ucapnya, Kamis (17/12).

Selma masa pandemi itu pula, terangnya, umat manusia diliputi hari-hari penuh kekhawatiran. Kegiatan sosial berkerumun dibatasi, saling kunjung mengunjungi dikurangi dan sebagainya.

Terjangan pandemi virus Corona memaksa umat manusia lebih banyak berada di rumah. Akibatnya, sekolah diliburkan. Bahkan tidak jarang tugas kerja dipaksa diselesaikan lewat rumah pula.

Rapid tes gratis yang diselenggarakan itu disebutnya sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus asal Tiongkok itu lebih meluas. Di lain sisi, rapid ini juga agar ibu-ibu peserta mengetahui lebih awal kondisi kesehatan mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lobar, drg. Hj Ni Made Ambaryati usai acara mengatakan, kesiapan rapid tes ini antara 100-150 orang. Untuk mengetahui hasilnya pun cukup cepat, yakni 10-15 menit saja. 

"Rapid ini penting untuk keberlakuan surat keterangan sehat ini berlaku selama 14 hari," ucapnya.

“Jika nanti ada yang reaktif, jika bersedia diswab, ya akan swab. Kalu ia reaktif tetapi kalau tidak bergejala dilakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar