Jejak Terkini

Proyek Dukcapil Lobar Senilai Rp 7,1 Miliar Molor

BELUM TUNTAS: Pengerjaan proyek Kantor Dukcapil Lombok Barat belum sepenuhnya tuntas.

GERUNG
–Progres pembangunan Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat (Lobar) dengan biaya Rp 7,1 miliar molor dari batas akhir waktu pengerjaannya. Proyek ini seharusnya tuntas hingga 26 Desember 2020 kemarin. 

Kontraktor pelaksana proyek Kantor Dukcapil, H Salman saat ditemui Jejak Lombok di lokasi proyek mengatakan, sekarang progres pembangunannya hampir sudah 96 persen. Namun jika dilihat dari material on sett sudah mencapai 98 persen. 

"Saya target sudah selesai dua hari ini, karena sudah tidak ada pekerjaan yang berat karena kaca dan jendela sudah terpasang. Tinggal kita pasang pintu saja," bebernya, Selasa (29/12).

Dia menerangkan, pekerjaan yang tersisa tinggal penambahan untuk pengecatan dan pembersihan kaca yang kotor. Sementara pemasangan partisi sudah kelar.

"Kelihatan belum selesai itu karena belum kita bersihkan yang kotor-kotor di kaca dan jendela yang kena sama cat," sebutnya. 

Pada kesempatan itu dia menyebut, bahan-bahan yang dipakai ini produk dari luar daerah semua. Seperti bahan pintu misalnya, bahannya didatangkan dari Malang, Jawa Timur.

Ia memastikan semua pintu di kantor itu sudah terpasang alam ini. Baru kemudian besok akan diservis dan dilakukan pengecatan.

Diakui dia, hanya terlambat 2 hari dari target waktu pengerjaannya tanggal 26 Desember 2020 kemarin. 

"Saya bilang paling lambat tanggal 31 Desember besok selesai pengerjaan. Dan mau peresmian silahkan saya tanggung jawab dan sudah bisa saya jamin," imbuhnya. 

Dia mengaku, untuk keterlambatan sudah ada sanksi dan denda mulai dari tanggal 27, 28 dan hari ini. Sebenarnya secara aturan PHO itu bisa diajukan pas volume 95 persen.

"Tetapi saya bilang untuk pelaksanaannya itu tergantung PPK, selama istilah belum dilaksanakan PHO kita masih dalam tahap pengerjaan," terangnya. 

Kendala dalam pengerjaan pembangunan kantor Dukcapil, jelasnya, untuk menara yang diatasnya belum diatap. Buntutnya para pekerja dalam proyek itu tidak bisa mengerjakan yang lain di bagian bawah proyek.

" dari awal juga tidak memakai tenaga banyak dan untuk galian tidak mungkin gak pakai alat berat excavator untuk galian," tandasnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar