Jejak Terkini

LPK Bina Kerja Hadir Pertama di NTB

PELATIHAN: Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat membuka pelatihan yang dilaksanakan Lembaga Bina Kerja.

GERUNG
–Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil secara nasional dan global di bidang industri pertambangan, Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid membuka secara resmi sekaligus melaunching Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) Bina Kerja. Lembaga ini merupakan yang pertama di NTB dan beralamat di Desa Golong, Kecamatan Narmada, Senin (14/12) kemarin.

Direktur PT. Vinar Insan Persada sekaligus Kepala LPK BK Kasman Jaya menjelaskan, pelatihan ini khusus di bidang mekanik alat berat. Pelatihan ini menjurus ke dunia pertambangan untuk membantu masyarakat NTB dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional.

Lembaga ini, lanjutnya, sebagai penyedia jasa pelatihan dan pengembangan yang profesional dan produktif. Tujuannya guna memenuhi SDM yang berkualitas dan berbasis keterampilan dan kompetisi yang merujuk pada dinamika perkembangan  industri nasional dan global.

"Kami alumni pertambangan mendirikan LPK bersama pemerintah untuk membantu masyarakat NTB masuk di dunia pertambangan. Dengan mengoptimalkan tenaga kerja dalam negeri," katanya.

Menurut Kasman, angka pengangguran di Indonesia tembus 9 juta tujuh ratus lebih. Parahnya lagi, angka ini dari tahun ke tahun terus ada peningkatan. 

Dari itu, ia bersama rekan-rekan alumni pertambangan terpanggil membentuk lembaga pendidikan kerja. Lembaga ini dinamai Bina Kerja dan keberadaannya pertama di NTB.

Selain membuka lembaga pendidikan di NTB, terlebih dahulu Kasman membuka di Malang dan Kalimantan. Sementara di NTB, lembaga ini meruy yang pertama.

Pelatihan ini, lanjutnya, akan berkesinambungan. Untuk 2021 ada sekitar 100 orang peserta pelatihan dalam setahun.

Selesai proses pendidikan, pihaknya berkomitmen membantu peserta pelatihan untuk dapat direkrut oleh perusahaan tambang di Indonesia. Ini Karen lembaganya menggandeng 50 perusahaan tambang di seluruh Indonesia untuk dapat merekrut peserta pendidikan yang berkualifikasi dan bersertifikasi usai pendidikan dan pelatihan di LPK BK yang dikelolanya.

"Kita bina yang memiliki karakter baik mau kerja dan punya mental kerja yg disiplin. Alat berat itu tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid sangat mengapresiasi keberadaan LPK BK yang pertama ada di Lombok Barat, bahkan NTB itu. 

"Saya apresiasi keberadaan LPK untuk mencetak generasi yang terampil dan siap kerja," ujarnya.

Kapabilitas dan jaringan para instruktur pun, kata Fauzan, untuk membangun koneksi tidak diragukannya. Maka menurutnya, sangat tepat untuk mempersiapkan SDM yang terampil sesuai kebutuhan industri pertambangan.

"Banyak tambang di Indonesia termasuk tambang yang ada di NTB yakni di Sumbawa bahkan informasi di Dompu juga ditemukan lebih besar dibanding di Sumbawa," cetusnya. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Barat, HM Yamil mengatakan, kualifikasi dan sertifikasi itu wajib. Ini karena kualifikasi dan sertifikasi membuat calon pekerja dapat bersaing denga kompetitornya.

"Bagaimana bisa bersaing kalau kualifikasinya tidak ada," sebutnya.

Selain kualifikasi, Yamil juga berharap ada pendidikan terkait keselamatan kerja, karena keselamatan kerja tetap diutamakan.

Ditanya terkait anggaran pelatihan, Yamil menyebut anggaran untuk tahun depan sudah tersedia. Rencananya ada sekitar 100 orang akan dilatih dan dibiayai oleh pemerintah. 

Namun bantuan akan diberikan setengah. Sementara setengahnya dari peserta supaya pelatihan yang dilakukan bertanggung jawab. (and)

Posting Komentar

0 Komentar