Jejak Terkini

BLK Cetak 3 Ribu Lebih Tenaga Kerja Kompeten Siap Pakai

BLK Lombok Timur telah mencetak ribuan tenaga kerja kompeten siap pakai.

SELONG
--Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Indonesia, Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur secara rutin mencetak tenaga kerja yang siap ditempatkan pada bidang keahliannya. Tercatat, hingga akhir tahun 2020, BLKI telah mencetak lebih dari tiga ribu tenaga kerja berkompeten.

Kepala BLK Lombok Timur, Sabar menuturkan, sejak tahun 2017 lalu ribuan tenaga kerja  dicetak dengan keahlian yang memadai. Baik dalam bidang kuliner maupun pariwisata. 

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada sektor pariwisata, BLK Lotim memastikan peserta didiknya memahami dan mahir dalam melakukan pekerjaannya. Bahkan untuk menyambut event moto GP di Sirkuit Mandalika, para alumninya dipastikan siap untuk melakukan kerja-kerja yang disediakan.

"Sejak tahun 2017, tiga ribu lebih tenaga kerja yang kompeten telah kita siapkan," ucapnya.

Selanjutnya, Sabar mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang lebih kompeten, pihaknya telah menyiapkan ruang belajar khusus peningkatan kapasitas. Ruangan ini nantinya diisi oleh para alumni yang ingin meningkatkan kemampuan pada bidangnya. 

Dalam bidang kuliner misalnya. Penguasaan resep makanan dapat ditambah hingga 50 resep dari 10 resep makanan pada awal pelatihan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang lebih mumpuni.

Sabar mengungkap hasil risetnya terhadap keluhan kebutuhan tenaga kerja di beberapa titik. Di sela upayanya mencetak tenaga kerja kompeten, ada pertunjukan yang dirasa kurang sedap didengar dari para pelaku usaha.

Ia mengaku, tenaga kerja selalu menjadi keluhan para pelaku usaha, terutama perhotelan. 

Menurut Sabar, letak persoalan dalam konteks ini bukanlah tenaga kerja. Namun keseriusan pelaku usaha melakukan rekrutmen tenaga kerja secara permanen. 

Selama ini, lanjutnya, pihak hotel diketahui belum serius melakukan rekrutmen. Hal itu dibuktikan dengan adanya kebiasaan hanya menunggu peserta didik yang melakukan UJT /magang di tempat tersebut. 

Ironisnya, peserta magang hanya dimanfaatkan keahliannya selama kurun waktu yang dibatasi oleh lembaga. Baik itu sekolah maupun dari BLK. 

Melihat kondisi tersebut, Sabar bahkan sempat menawarkan kepada pihak pengusaha untuk dilakukan peningkatan kapasitas ditempatnya agar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. 

Ia mengaku, BLKI sanggup membiayai segala proses selama pelatihan. Alhasil, pihak pengusaha masih tetap saja menolak tawaran tersebut. 

Atas dasar itu, ia menilai pihak pengusaha hanya beralasan agar tidak melakukan rekrutmen secara resmi.

"Kita rapat dengan para pengusaha hotel (PHRI), waktu itu saya bilang, mereka yang latih dan kami siapkan anggaran dengan catatan peserta diambil jadi tenaga kerja. Namun mereka tetap saja tidak mau," tegas Sabar.

Lebih Lanjut, Sabar mengaku pihaknya selalu berbenturan kepentingan dengan pihak ITDC. Tak jarang ia mendengar pihak ITDC  mengeluhkan menipisnya tenaga kerja. 

Terhadap keluhan tersebut, Sabar menegaskan BLK telah menyiapkan ribuan tenaga kerja sesuai kebutuhan. Tak tanggung-tanggung pihaknya siap memberikan data masyarakat jebolan BLKI yang telah dilatih jika diminta oleh ITDC.

"Silahkan datang ke BLK, ada ribuan data tenaga kerja yang siap ditempatkan. Jika kurang spek, silahkan kita latih kembali," tegasnya. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar