Jejak Terkini

Progres Masih Minus, Dewan Pesimis Kantor Dukcapil Kejar Target

PESIMIS: Kalangan DPRD obar pesimis jika pembangunan Kantor Dukcapil setempat bisa selesai sesuai target.

GERUNG
–Progres pembangunan Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat (Lobar) hingga saat ini masih memperlihatkan deviasi minus. Tak heran jika DPRD setempat pesimis proyek tersebut bisa selesai sesuai target pada akhir tahun nanti.

Progres proyek dengan biaya Rp 7,1 miliar itu semakin dihambat akibat curah hujan yang mulai tinggi. Hingga saat inipun, progres pembangunan tersebut belum mencapai target yang semestinya.

"Bisa dibilang saya bisa lihat progresnya itu hampir setiap hari. Karena saya kan sering lewat sana. Kalau dilihat, dari fisiknya saja, seperti belum mencapai 50 persen," sebut Ketua DPRD Lobar, Hj Nurhidayah, Kamis (12/11).

Dengan waktu yang tersisa saat ini hanya tinggal 2 bulan, dia mengaku pesimis proyek tersebut dapat tuntas tepat waktu sesuai kontrak. Sehingga dirinya meminta kepada dinas terkait, dalam hal ini PUPR yang bertindak sebagai PPK terus mendorong pihak rekanan dapat mempercepat pembangunan, tetapi juga tetap dengan mengutamakan kualitas bangunan.

"Dari bangunan fisiknya, untuk lantai 2 saja itu kan kelihatan belum selesai dibangun" imbuhnya.

Kecuali, kalau memang progresnya saat ini deviasinya positif. Fisik bangunan sudah selesai dan tinggal finishing untuk bagian interior, maka dia bisa yakin, proyek tersebut dapat diselesaikan dalam sisa waktu 2 bulan ini.

"Nanti itu kalau tidak selesai tepat waktu kan ada aturan kontrak, dan dia bisa kena denda permil itu," tegas Nurhidayah.

Dia mengaku sering mengingatkan pemkab terus memantau secara intens proyek  pembangunan apalagi yang berskala besar. Harusnya, kata dia, pengerjaan proyek tersebut dapat juga dimulai lebih awal.

"Harusnya kan pengerjaannya bisa dimulai sejak awal tahun dan perencanannya kan bisa dilakukan dit sebelumnya. Kemudian baru dilakukan tender dengan lebih cepat juga," ujarnya. 

Dia pun menegaskan, supaya Pemda dapat belajar dari pengalaman. Jangan sampai kejadian terkait proyek DAK Lobar, terjadi lagi seperti tahun lalu. 

"Walaupun ada peraturan di keuangan 30 persen : 30 persen, tapi kalau proyek bangunannya besar, bisa saja dibayarnya nanti di akhir," sebutnya.

Dirinya mengaku, sejauh ini telah meminta kepada para ketua dan koordinator komisi turun melakukan peninjauan dan pengawasan ke proyek yang saat ini deviasinya masih minus.

"Meskipun ada proyek lain yang juga progres pembangunannya masih belum capai target, tapi entah yang paling meragukan untuk selesai sesuai target  ini di Kantor Dukcapil," ungkapnya.

Selain Dukcapil, proyek pembangunan di Lobar yang saat ini progresnya tidak sesuai target seperti proyek jalan Pelangan-Batu Putih. Ada juga pembangunan IGD RSUD Tripat, Puskesmas Dasan Tapen, penataan (revitalisasi) kawasan Senggigi yang lokasinya ada di dua titik, serta RSUD Awet Muda.

"Tapi untuk RSUD Awet Muda akhir tahun kemungkinan sudah selesai karena saat ini kan fisik bangunannya sudah jadi dan proyek yang lainnya selain Dukcapil, saya yakin mereka bisa selesaikan tepat waktu," tutupnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar