Jejak Terkini

Pandemi Corona Tak Halangi JQH Rayakan Maulid Nabi

MAULID: Jamaah Ponpes Unwanul Galah NW PAOK Lombok memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

SELONG
--Jami’atul Quro’ Wal-Huffaz (JQH) Ponpes Unwanul Falah NW PAOK Lombok, Kecamatan Suralaga Lombok Timur menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Hanya saja, perayaan yang digelar elemen ponpes ini terbilang berbeda dari tahun sebelumnya.

Pengurus Ponpes Unwanul Galah, H Suhaidi mengatakan, perayaan Maulid Nabi Saw kali ini berbeda dari sebelumnya. Tahun ini elemen ponpes itu merayakannya dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

"Kita tetap merayakannya, tapinkarena di masa pandemi, kita laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya beberap hari lalu.

Bagi Suhaidi, berat rasnya jika momentum bersejarah itu tidak dilaksanakan pihaknya. Terlebih hajatan ini senantiasa menjadi tradisi tahunan yang rutin diselenggarakan.

Agar tidak absen, pihak Ponpes lantas menyiasati peringatan Maulid kali ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Semua eleman ponpes yang hadir dalam perayaan tersebut harus menjaga jarak dan menggunakan hand sanitizer.

Di lain sisi, jelasnya, pandemi yang kini berlangsung berimbas pada aktivitas belajar mengajar di pondok. Buntutnya, aktivitas di pondok ini relatif sepi karena intensitasnya dikurangi.

Suhaidi mengatakan, Maulid Nabi kali ini tidak saja dimaknai sebagai rutinitas tradisi. Lebih dari itu, sebagai upaya membangkitkan semangat santri yang selama ini tertawan akibat Covid-19.

Mulanya, ungkapnya, Maulid akan dilaksanakan secara virtual. Namun karena kepentingan heregistasi santri, akhirnya diadakan secara konvensional dengan standar protokol kesehatan.

Dengan kebijakan ini, diyakini akan mengurangi risiko heregistrasi santri yang berpeluang menimbulkan kerumunan dan kontak fisik.

Dalam perayaan tersebut, Dr H Subki yang bertindak memberikan uraian hikmah mengurai tentang Shirah Nabawi yang menginspirasi. Dalam uraiannya menyinggung soal-soal aktual yang menjadi ujian dan tantangan ummat muslim saat ini. 

Misalnya, ujian yang berkenaan dengan pandemi dan tantangan berupa penistaan Macron terhadap Nabi Muhammad SAW beberapa hari  yang lalu.

Melewati ujian dan tantangan, jelasnya, selalu dihadapi Nabi Muhammad Saw dengan peningkatan kualitas diri dan ummat. Misalnya ketika dihina, beliau memacu kesabaran, bahkan dengan tulusnya menjadi yang terbaik bagi penghinanya. 

Ketika thoun atau wabah menimpa, Nabi Muhammad juga memobilisasi ummat dengan menerapkan protokol kesehatan dan keamanan territorial. 

Shirah Nabawiah ini, urainya, harus menjadi inspirasi dan wajib diteladani. Dengan demikian, umat Islam bisa menjadi manusia terbaik yang diciptakan Tuhan di muka bumi. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar