Jejak Terkini

Dihantam Ombak Besar, Sukar Ditemukan Tewas

PENCARIAN: Tim Basarnas Mataram dan kepolisian saat mencari Sukar yang tenggelam saat mancing.

PRAYA
--Sukar harus meregang nyawa setelah dihantam ombak besar. Peristiwa naas itu terjadi ketika pria 60 tahun ini sedang memancing ikan di perairan Pantai Mawun.

Sukar yang belakangan diketahui merupakan warga asal Dusun Lekok Pandan Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah ditemukan meninggal di dunia di titik koordinat 8°55'46.1"S 116°12'54.6"E. 

“Tim SAR gabungan dari Tim Rescue Pos Siaga SAR Kuta Mandalika, Polri, TNI, tim penyelam tradisional dari unsur nelayan setempat berhasil menemukan korban sekitar 2,64 Nm arah barat dari lokasi kejadian," ungkap Kepala Basarnas Mataram, Nanang Sigit PH, saat ditemui JEJAK LOMBOK, Rabu (4/11).

Korban yang sudah tak bernyawa langsung dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka. Sukar sendiri merupakan korban tenggelam saat memancing ikan di Gili Nusa Are Guling. 

Sebelumnya, Selasa (3/11) kemarin, Basarnas Mataram menerjunkan Tim Rescue Pos Siaga SAR Kuta Mandalika. Tim diterjunkan setelah menerima laporan sekitar pukul 22.00 Wita dari anggota Polsek Kuta.

“Setelah melakukan pencarian sejak kemarin malam dengan melakukan penyelaman, penyisiran dari lokasi kejadian hingga perairan Pantai Mawun menggunakan Rigit Inflatable Boat dan perahu nelayan setempat, akhirnya korban berhasil ditemukan hari ini pukul 15.30 Wita,” imbuh Nanang.

Menurut keterangan dari Iwan anggota BPD Desa Puyung, saksi atas nama Saharudin mengatakan, Sukar berangkat dari rumahnya sekitar pukul 14.30 Wita. Kepada keluarga, Sukar meminta izin untuk pergi memancing.

Namun karena keadaan air laut saat itu surut, mereka berdua langsung ke Gili Nusa Are Guling. Lokasi ini berjarak sekitar 1 Km dari bibir pantai dengan berjalan kaki. 

Tragedi naas itu terjadi sekitar jam 21.00 Wita saat mereka hendak bergerak pindah posisi memancing ke sisi sebelah barat Gili Nusa. Namun tiba-tiba dihantam ombak besar dan keduanya terpeleset jatuh ke laut. 

Berbeda dengan Sukar, Saharuddin sendiri bisa menyelamatkan diri dari gempuran arus. Saharuddin pun sempat memberi pertolongan dengan melemparkan boks pancing dan berusaha berenang menolongnya. Sayanfnya, dengan kemampuan yang terbatas akhirnya Saharuddin hanya mampu berusaha menyelamatkan diri. 

Tidak lama, beberapa warga yang sedang memancing menggunakan perahu mendengar teriakan Saharudin yang berteriak meminta pertolongan. Warga pun bergegas menuju sumber suara memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan Saharudin.

Namun Sukar tak kunjung ditemukan. Sementara keadaan saat itu kondisi cuaca tidak mendukung untuk melakukan pencarian. 

"Keluarga korban setelah menerima berita itu langsung menuju ke TKP dan menghubungi pihak terkait untuk meminta pertolongan," terangnya.

Berdasarkan kejadian yang terjadi dan ditangani Basarnas Mataram akhir-akhir ini, dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada memasuki musim pancaroba seperti yang terjadi saat ini.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya dan lebih memperhatikan faktor keselamatan saat berada di tempat-tempat yang berisiko tinggi terjadinya bencana. Apa lagi dengan kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu yang cenderung ekstrem,” tutupnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar