Jejak Terkini

Nyala Fest, Momentum Kebangkitan Karya Seniman

PELUNCURAN: 

SELONG
-- Kepungan pandemi virus corona tidak saja tidak saja berdampak di semua sektor, tak terkecuali kesenian. Buntut terjangan pandemi belakangan ini, nyaris tidak pernah terdengar pagelaran karya seni.

Di Lombok Timur, sejumlah musisi menggelar Nyala Fest. Gelaran ini dilaksanakan sebagai pengobat rindu atas tiarap pertunjukan karya seni.

Organizer Nyala Fest, Djafar Rahayu mengatakan, gelaran ini untuk membangkitkan kembali karya seniman yang telah padam. Gelaran ini dirangkaikan pula dengan peluncuran singel baru Armonica Band bertajuk Sembalun Mendunia.

Acara tersebut digelar di Aranka Tempasan, Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur selama dua hari ke depan.

"Tadinya launching ini akan digelar di Sembalun. Namun karena terkendala Covid, sehingga kita pindah ke Pringgasela," kata Rayau Djafar, kepada JEJAK LOMBOK, Sabtu (28/11).

Terpilihnya lokasi itu menggantikan tempat sebelumnya. Ini karena kru Armonica Band sangat suka dengan alam. Praktis, konsep dari acara tersebut menyuguhkan musik camping.

Di acara tersebut, ujarnya, pihaknya bekolaborasi dengan beberapa seniman lokal, khususnya para musisi. Seperti musik tradisional, modern, tari, pelukis, pengukir, dan seni rupa.

Dia mengatakan, konsep Nyala Fest sendiri lahir karena karya seni sempat tak bisa terpublikasi. Penyebabnya tak lain karena terbelenggu wabah covid-19.

"Karena pandemi yang sudah hampir satu tahun ini. Akibatnya acara kesenian itu vakum," ucapnya.

Djafar Rahayu lantas membeberkan filosofi di balik kata Nyala Fest. Diambilnya kata Nyala dslamy hajatan ini tujuannya tidak lain agar karya para seniman bisa tetap menyala di masa pandemi.

Pengelola Aranka Tempasan, Barry Pradana Putra memandang postif acara tersebut, terlebih bagi para seniman. Lantaran hampir satu tahun tak pernah mensiarkan hasil karya seni mereka.

"Nyala ini sebuah kobaran api dari semangat teman-teman yang tak pernah menyerah melakukan gebrakan," terangnya.

Ia mengakui, sebelum acara tersebut digelar di tempatnya terlebih dulu direncakan akan dilaksanakan di Sembalun. Ininsesuai dengan tema besar yang diangkat, Sembalun Menyapa Dunia.

Namun lantaran tak dapat izin dan acara ini ia pandang memiliki nilai postif, dia menerima tawaran agar Aranka Tempasan bisa menjadi lokasi.

Ia bersyukur, lokasinya yang berada di pelosok didatangi oleh seniman-seniman hebat. Terlebih acara itu, tak ada konsep musik joget maupun dangdutan.

Namun izin itu tak kunjung terbit, karena ada kekhawatiran di tengah pandemi. Mungkin hal itu menjadi pertimbangan utama.

"Tapi sebagai tuan rumah, saya cukup senang. Selama itu postif kami akan terima," ujarnya.

Acara tersebut salah satunya diramaikan oleh penampilan pengukir berbahan bambu, Oktomi Harja. Menurutnya acara itu sangat menarik dan beruntung ia dapat menjadi bagian dari acara itu.

"Alhamdulillah bisa ikut serta dalam acara ini, dan berkumpul dengan seniman hebat," tandasanya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar