728x90

ad

Keindahan Sekotong Dinodai Sampah dan Tambang

SILATURRAHMI: Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat saat bersilaturahmi dengan para pelaku pariwisata di kawasan Sekotong.

GERUNG
–Potensi keindahan pariwisata kawasan Sekotong sudah tak diragukan lagi. Hanya saja, masih ada keluhan sampah dan tambang dari para pelaku pariwisata setempat.

Ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid dan wakilnya, Hj Sumiatun, Minggu (22/11). Pertemuan itu dinkesiaman Hj Sumiatun dan melibatkan para pelaku usaha wisata.

Pertemuan ini merupakan ketiga kalinya setelah sebelumnya dilakukan di wilayah Senggigi, tepatnya di Puri Mas dan Holiday Inn. 

Lesiano, salah satu owner hotel di Sekotong menyebut,  industri pariwisata di Sekotong sangat bagus. Namun ia masih mengeluhkan sampah. 

"Ketika ada tamu saya dari bandara kemudian jalan sampai ke hotel saya. Mereka lihat sampah saja kiri kanan yang ada di selokan. Itu tidak bagus,” keluhnya.

Pria yang menyebut dirinya sudah dua puluh tahun di Lombok itu mengatakan, setiap tahun terjadi kerusakan. Kerusakan ini tidak saja di darat tapi di laut. Tidak sedikit pohon ditebang dan karang hancur.

“Ini harus kita jaga bersama karena itu yang  dicari turis. Turis datang ke sini untuk melihat keindahan laut dan pantainya,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap kepedulian bersama menjaga lingkungan yang indah dan bersih.  Jika itu tidak bisa dijaga dan habis, dipastikan tidak ada lagi kunjungan wisatawan.

Senada disampaikan Koordinator Boatman Sekotong, Budi. Dia menyayangkan adanya sampah di mana-mana.

“Kami berharap ke depan ketika mau menjual destinasi, tapi kondisinya kontradiktif dengan kebersihan, maka kita sia sia,” ujarnya.

Terlebih lagi, katanya, masih saja ditemukan tambang yang masih marak. Karena itu, ia mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah terhadap pembangunan di Sekotong. Apakah tambang atau pariwisata.

Pertanyaannya ini, jelasnya, ditanyakan pula setiap tamunya yang datang. Terhadap pertanyaan tersebut, ia mengaku tidak bisa menjawab para tamunya tersebut.

Terhadap sejumlah pertanyaan itu, Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid mengatakan, peluang investasi di Sekotong sangat besar. Kondisi ini menjadi modal besar membangun industri pariwisata di daerah ini.

Fauzan lantas memuji Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H Saepul Akhkam yang menginisiasi pertemuan tersebut.ia menyebut Kadispar ini sangat sensitif.

“Kadis Pariwisata ini sensitif betul orangnya, kalau kita adakan di Senggigi terus bagaimana pelaku wisata di wilayah Kecamatan Sekotong ini. Sehingga kita pilih di kediaman Wakil Bupati Lombok Barat sehingga tidak selalu pelaku wisata Sekotong yang datang ke wilayah Senggigi,” ujarnya.

Bupati berharap agar Sekotong terus berkembang dan para pelaku wisata membantu mempromosikan Sekotong.

Selain itu, Fauzan juga menyampaikan kabar gembira kepada para pelaku usaha usai kunjungan kerja ke Jakarta kemudian mampir di Surabaya. Camping sky disebutnya mau masuk ke Sekotong. 

Terhadap kabar ini, ia mengaku sudah bertemu dengan Wings Group sebagai holding Camping Sky di Bali. Ia juga sudah bertemu dengan pemilik Mekaki yang sekarang.

"Jadi kalau dipersentasekan 70-80 persen akan mulai membangun,” ujar Fauzan.

Ia memprediksi, rencana membangun Camping Sky itu sekitar bulan Februari atau Maret 2021. Terhadap rencana tersebut, ia mengaku sangat yakin bisa direalisasi.

Menanggapi keluhan para pelaku usaha wisata, Fauzan mengaku sejak pertemuan pertama hingga ketiga selalu yang dikeluhkan adalah soal sampah.

“Itu artinya sampah ini problem kita bersama dan memang yang paling ujung itu adalah semua kita. Semua masyarakat harus memiliki kepedulian dengan persoalan sampah ini,” ujarnya.

Pemkab Lobar, ujarnya, mulai dengan memberikan keteladanan. Lewat Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian, Lobar sudah mulai menginisiasi aksi bersih-bersih.

Setiap Minggu, jelasnya, aksi bersih-bersih ini dilakukan di 10 kecamatan yang ada di Lobar. Aksi tersebut tidak lain sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah sampah yang saat ini menjadi keluhan.

Rencananya, lanjut Fauzan, tempat pembuangan akhir (TPA) akan dibangun di Sekotong. Kebijakan pembuatan TPA ini merupakan kewenangan dari Pemprov NTB.

Namun tetap, kata Fauzan, yang lebih penting adalah kesadaran bersama. Sebagai contoh, pemerintah desa harus mulai membuat awig-awig terkait penanganan sampah.

Sementara itu, mengenai karang yang menjadi idola para penyelam, Fauzan mendorong anggota DPRD Lobar asal Sekotong Abdul Majid. Wakil rakyat ini diajak memfasilitasi para pelaku wisata, para kepala desa, tokoh masyarakat untuk membuat awig-awig menjaga dan memelihara karang.

Mengenai wisata dan tambang, Fauzan menegaskan Sekotong akan dibawa ke pariwisata. Hanya saja, lanjutnya, Pemkab Lobar tidak memilki wewenang masalah tambang.

“Kami sudah mengusulkan ke Pemprov NTB masalah tambang. Waktu dijadikan Sekotong sebagai tambang karena waktu itu masih menjadi kewenangan Pemda Lombok Barat, sekarang ada undang-undang baru di mana Pemda Kabupaten tidak boleh menetapkan suatu wilayah menjadi tambang,” ujar Fauzan.

Karena itu, lanjutnya, Lobar berkomitmen untuk pariwisata. Ia berharap lebih banyak lagi komunitas pariwisata mengusulkan ke Pemprov NTB supaya tambang di Sekotong perlahan dikikis. (and)

Posting Komentar

0 Komentar