Jejak Terkini

Rumah "Ustadz" Jadi Pabrik Sabu, Pelaku Terbanyak dari Pancor

DIRINGKUS: Para terduga pelaku kejahatan narkotika diamankan bersama barang bukti oleh Polda NTB.

SELONG
--Perkembangan jaringan penjahat narkoba di NTB kian memprihatinkan. Pasalnya, Sabtu, (21/11) sekitar pukul 15.30 Wita, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB menggerebekan sebuah rumah di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur.

Rumah itu digrebek lantaran digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika jenis sabu.

Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma PR saat konferensi pers, Ahad siang (22/11) mengungkapkan, kasus itu berhasil diungkap berkat kerjasama Ditresnarkoba dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram.

“Ditnarkoba telah membangun komitmen atau kesepahaman dengan Kalapas, untuk bersama-sama menjaga wilayah NTB ini dari peredaran narkoba,” katanya.

Sesuai laporan Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, AKP I Made Yogi Purusa Utama, pihaknya berhasil mengamankan 10 Orang tersangka termasuk pemilik pabrik narkotika.

“Sepuluh pelaku ini merupakan satu kelompok jaringan yang dalam mendapatkan sabu. Mereka disuplai atau dapatkan dari orang yang mereka panggil dengan sebutan Ustadz. Si-Ustadz inilah yang rumahnya dijadikan pabrik sabu rumahan, yang peralatannya difasilitasi oleh yang disebut "Jenderal Yusuf" yang ada di dalam Lapas,” jelasnya.

Penggerebekan tersebut berawal dari informasi yang dihimpun Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, kemudian Tim berkoordinasi dengan Lapas Kelas II A Mataram. Tujuannya guna mempertajam informasi yang didapat sebelumnya dan diyakini bahwa di wilayah Lombok timur tepatnya di Kecamatan Selong dan Peringgesele Lombok Timur ada pabrik narkotika dan tempat transaksi narkoba.

Berbekal informasi tersebut kemudian sekitar pukul 12.00 Wita Ketua Tim AKP Made Yogi mengumpulkan anggota di Pos Polisi Cakranegara. Tim kemudian langsung bergerak menuju TKP pertama di Lombok Timur yakni di kos-kosan di lingkungan Muhajirin, Desa Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur.

Di sini petugas langsung melakukan penggerebekan pada empat kamar kos. Ada 8 orang tersangka yang diamankan. Mereka yakni, SRA, RS, HA, RP, dan HD. Keenam orang ini beralamat di Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur.

Pelaku lain yang diamankan yakni RAK dan SH. Masing-masing berasal dari Selong dan Batu Beleq.

Selanjutnya, dengan disaksikan Ketua RT dan pemilik kos kemudian tim menggeledah ditemukan barang bukti di masing-masing kamar kos. Beberapa barang bukti yang diamankan yakni,  sabu 1 klip isi 5 poket, sabu 1 poket berada di belakang salon, sabu di dalam tempat Mentos 3 klip sedang.

Selain itu, diamankan pula, sabu 1 poket yang berada di lantai kamar. Total berat keseluruhan barang haram yang ditemukan itu mencapai 15.28 gram.

Diamankan pula  1 unit timbangan digital, 1 kotak hitam sedang berisikan klip sedang dan kecil. Ada juga 1 buah alat hisap, 1 unit HP Realmi biru, 1 unit HP iPhone putih, 1 unit HP Oppo android dan 2 unit HP Samsung lipat.

Tak cukup dengan temuan itu, tim kemudian bergerak menuju kamar 3. Di sini di temukan 1 klip kecil BB sabu yang disimpan di dalam kamar mandi dengan berat bruto 0,44 gram.

Ada juga 1 unit timbangan digital, 1 unit HP kecil dan hitam 2 buah bong serta 1 buah dompet Ccoklat. Berikutnya, ada uang Rp 2.450.000 dan 1 dompet coklat kecil.

Belum selesai, tim lalu bergerak menuju kamar 4. Di sini ditemukan 1 klip kecil BB sabu yang dibuang di tong sampah dengan berat bruto 0,40 gram. Ada juga 1 unit HP androit warna putih, uang Rp 6.107.000 dan 1 Unit HP warna hitam.

"Ada juga uang milik S, yakn Rp 1.100.000," katanya.

Setelah berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti narkoba di tempat ini, Tim kemudian langsung bergerak menuju TKP berikutnya, yakni di Kecamatan Pringesela Lombok Timur. 

Sekitar pukul 15.30 Wita Tim tiba di TKP di sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika. Di sini Tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 2 Orang tersangka yang ada di dalam rumah.

Keduanya yakni, SS dan RW. Masing-masing merupakan warga Pringgasela dan Masbagik. SS belakangan diketahui merupakan pemilik pembuat pabrik. Sementara RW merupakan anak buahnya.

Selanjutnya dengan disaksikan oleh kepala dusun setempat, Tim melakukan penggeladahan di dalam rumah tersangka. Saat penggeledahan ditemukan sebuah ruangan menyerupai pabrik pembuatan bahan baku narkotika beserta peralatannya.

Beberapa peralatan yang diamankan yakni 1 unit alat pemadam api (apar), 1 kotak alumunium foil, 1 unit kompor elektrik Oxone. Ada juga 1 liter Mekiheitemin cair, 1 liter Mixsofir cair, 1 liter Dimethyl Sulfoxide cair. Ada pula 1 liter murni cair, 1 buah gelas ukur merek Pyrex ukuran 2 liter.

Selain itu, ada juga 1 buah gelas ukur 1000 ml, 1 l buah cawan kaca, 1 buah gelas ukur merek Pyrex ukuran 1000 ml.

Untuk proses hukum lebih lanjut, 10 orang tersangka berikut barang buktinya. Mereka diamankan ke Kantor Ditresnarkoba Polda NTB dan tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam UU RI No 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika. (jl)

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Wow luar biasa lotim jadi kawasan pabrik narkoba,,, mungkin karna di lotim kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk membangun pabrik2 yg memproduksi barang2 halal,, jdi masyatakat inisiatif membangun pabrik sendiri walaupun memproduksi barang2 yang haram. Kedepannya pemerintah pusat dan daerah silahkan membangun pabrik2 sebanyak2nya agar tercipta lebih banyak lagi lapangan pekerjaan di bagi masyarakat lotim, dengan begitu diharapkan tidak ada lagi ruang2 kosong bagi pabrik2 narkoba,,,,,,

    BalasHapus
  2. Semoga barang haram ini habis di pulau lombok

    BalasHapus