728x90

ad

Butuh Water Bombing Padamkan Api di Bukit Anak Dara

TERBAKAR: Untuk memadamkan Bukit Anak Dara yang terbakar, BPBD Lotim membutuhkan bantua armada water bombing.

SELONG
--Kebakaran di Bukit Anak Dara Dusun Orong Goar, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun membuat warga setempat khawatir. Menyadari itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur telah mengajukan water bombing ke BPBD NTB.

Water bombing dianggap sebagai salah satu cara ketika ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan intensitas besar. Biasanya, pada warter bombing digunakan pesawat atau helikopter yang membawa debit air dengan kapasitas banyak.

Kepala Pelaksana BPBD Lotim Toni Satria Wibawa mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD NTB terkait pengajuan armada water bombing tersebut.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan BPBD NTB terkait water bombing itu," ungkapanya, Sabtu (14/11).

Adapun saat ini, BPBD NTB sedang meninjau di lokasi kebakaran. Dengan begitu, dirinya sedang menunggu hasil dari peninjauan tersebut.

Hasil dari peninjauan itulah, lanjutnya, yang nantinya akan menentukan apakah armada warter bombing berupa helikopter tersebut dibutuhkan atau tidak pada Karhutla yang terjadi di Bukit Anak Dara.

"Dari pihak BPBD NTB sedang melakukan asessment di lokasi kebakaran. Dari hasil asessment itulah nantinya ditentukan pengajuan water bombing itu," jelasnya.

Saat ini proses peninjuan tersebut dilakukan bersama, yakni antara BPBD Lotim dan BPBD NTB. Itu menurutnya salah satu cara menyiagakan timnya untuk mencegah potensi menyebar luasnya api.

Diakuinya, sampai dengan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil dari tinjauan tersebut. Dari BPBD Lotim, telah mengerahkan 1 unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) dan 1 unit kendaraan tangki.

Tak hanya itu, pihaknya juga menurunkan 1 unit mobil pick-up dengan jumlah personil 12 orang di lokasi pemadaman. Dengan begitu, sampai dengan saat ini petugas pemadam kobaran api bersama dengan TNI, Polri, dan petugas dari pemerintah daerah.

Dari penyebaranluasan api, sampai dengan saat ini tergantung dari pergerakan angin. Jika bergerakan angin tak terkendali, maka diprediksi akan meluas ke Bukti Selong dam Bukit Nanggi. Parahnya lagi, bukan tidak mungkin mengarah ke Bale Beleq Desa Sembalun Lawang, dan Bale Pangan Desa Sembalun Bumbung. (zaa)

Posting Komentar

0 Komentar