Anak-anak Muda Pelopor Pariwisata (3)

Barry Pedana Putra, Diluar Rencana Bangun Destinasi Mirip Hobitton

Barry Perdana Putra

SELONG
--Pernah menyaksikan serial Lord of The Rings? Serial yang disutradarai Peter Jackson itu menyuguhkan bentangan keindahan savana Ashburton di Selandia Baru. 

Di daratan itu pula digambarkan sebagai sebagai tanah yang didiami para hobit (manusia kerdil dengan telinga lancip). Para hobit digambarkan mendiami rumah bawah tanah di setiap gundukan daratan tersebut. Di sekitar gundukan rumah Hobbit tersebut, bunga aneka warna serta Savana alama perbukitan menjadi magis yang sanggup membuat mata terhenyak.

Kira-kira pemandangan itulah yang terlintas sekilas ketika menjejakkan kaki di penginapan Aranka Tempasan, Pringgasela, Kecamatan Pringgasela Lombok Timur.

Berada di daratan yang cukup tinggi dibanding sekelilingnya, penginapan Aranka Tempasan menyuguhkan mewahnya pemandangan matahari terbit di sisi timur. Di waktu bersamaan, di sisi utara gagah Rinjani tegap berdiri menjadi kemewahan lainnya yang dijangkau oleh mata.

Tentu pemandangan di sekitar penginapan ini makin dramatis dengan view latar persawahan yang ada di sekitarnya.


Tak ada yang menyangka tempat yang kini sanggup memanjakan mata itu dibangun sama sekali diluar rencana. Tempat itu bermula dari kebiasaan tak lazim seorang pemuda bernama Barry Perdana Putra.

Awalnya, tempat tersebut hanya arena camping pemuda berbadan cungkring tersebut. Bersama beberapa temannya, ia biasa menghabiskan waktu demi mendapat ketenangan batin.

"Saya merasa ada healing (terobati) di tempat ini," ungkap Barry Perdana Putra membuka cerita kepada JEJAK LOMBOK, Selasa (3/11).

Panjang lebar pemuda ini bercerita ihwal muasal 'penginapan hobitton' tersebut. Karena sering berkunjung dan camping di tempat itu, ia akhirnya tertarik membeli lahan yang semula luasnya sekitar 2 are tersebut.

Saat bertekad menjadikan lahan itu sebagai miliknya, sudah jauh sebelumnya sudah terbersit tentang rencana yang harus dilakukan. Ia berencana membangun sebuah tempat singgah, tali bukan untuk keperluan komersil.

Singkat cerita, pilihan arsitektur dan desain bangunan yang dipilihnya terbilang diluar dugaan. Paduan material bangunan berbahan lokal dengan konsep ala hobitton pun menjelma di atas lahan itu.

Namun karena lahan itu dianggap terlalu sempit, Barry pun kemudian sedikit demi sedikit membebaskan lahan yang ada di sekitarnya. Jadilah Aranka Tempasan seperti yang kini banyak di-posting di media sosial. Sebuah destinasi sekaligus penginapan yang sangat instagramable.

Dibalik kepeloporan Barry, tak disangka pemuda yang satu ini memiliki masa lalu yang keras. Pahit manisnya kehidupan di dunia jalanan sebagai preman pernah dikecap.

Namun seiringnya berjalan waktu, ia memunculkan ide-ide yang kreatif untuk membuat tempat persinggahan. Dimana persinggahan itu dibangun melalui sumber daya alam yang ada disekitarnya. 

Detinasi wisata Aranka Tempasan yang dibangun Barry terbilang rekatif jauh dari jalan raya. Namun karena jauh dari kebisingan warga dan lalu lalang kendaraan, rupanya ini menjadi salah satu 'taste' yang ditawarkan kepada pengunjung.

Ia katakan dulunya sebenarnya tempat ini sasarannya tidak dibuka untuk umum. Namun hanya dibuat untuk pribadi, tapi sekarang tempat ini dijadikan lebih universal. Artinya orang yang merasa lelah, merasa capek, ingin bermalam, maka Aranka Tempasan disebutnya sebagai pilihan yang tepat.

Sebenarnya, Barry menolak jika persinggahan yang dibangun ini menyerupai rumah hobitton. Alih-alih mengamini, ia menyebut ide desain persinggahan yang dibangun tidak lepas dari pengalamannya berkeliling nusantara.

Dari satu daerah ke daerah yang lain, ucapnya, ia mengamati dengan seksama setiap arsitektur bangunan yang ada. Hingga di dalam perjalanannya itulah ia terinspirasi membuat bangunan tersebut.


Aranka Tempasan sendiri mulai dibangun sejak 2017 lalu. Saat awal membangun, banyak kendala yang ia hadapi. Namun demikian, semuanyanbisa dilalui.

Saat membangun pun, Barry tidak menargetkan batas waktu. Ia tidak ingin memberi tenggat waktu terhadap proyek yang dikerjakannya agar tidak tergesa-gesa.

"Karena orang yang merintis itu harus seperti itu harus slow, " ucapnya.

Setelah persinggahan ini dituntaskan pengerjaannya dan dipublikasi ke khalayak, satu demi satu pengunjung mulai memburu Aranka Tempasan. Banyak dari pengunjung yang mengaku takjub dengan view yang disajikan di sekitar lokasi, selain tertarik dengan desain persinggahan itu tentunya.

Kedepan, Barry berharap Aranka Tempasan ini bisa menjadi barometer pariwisata di Lombok Timur. Kehadirannya setidaknya bisa menjadi salah satu destinasi yang diminati pengunjung. (zaa)

Bersambung...

Posting Komentar

0 Komentar