Jejak Terkini

Unram Zero Waste, Aksi Mahasiswa Sukseskan NTB Asri & Lestari

PELUNCURAN: Unram memastikan diri sebagai bagian dari program Zero Waste. Ini ditandai dengan peluncuran program Unram Zero Waste oleh Prof Dr Ir Enny Yuliani MSi. 

MATARAM
--Sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan mahasiswa kepada alam dan kebersihan di NTB, para mahasiswa  Universitas Mataram (Unram) meluncurkan program Unram Zero Waste.

Program tersebut dihajatkan untuk mengajak dan mengedukasi para mahasiswa. Tujuannya agar dapat mengelola sampah dengan baik dan tepat. 

Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendukung program unggulan NTB Zero Waste yang terus digaungkan Pemprov NTB agar alam di NTB tetap asri dan lestari. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Unram Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Ir Enny Yuliani MSi. Lontaran itu disampaikan saat membuka talkshow Langkah Kecil Selamatkan Bumi dengan Gaya Hidup Zero Waste di Auditorium Yusuf Abu Bakar Unram, Senin (5/10). 

Prof Enny menilai, zero waste sebagai gaya hidup sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk para mahasiswa di NTB, khususnya Unram. Dengan adanya program Unram Zero Waste, diharapkan menjadi langkah positif agar mahasiswa terus bergerak dan memberikan contoh kepada masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah. 

"Zero waste adalah gaya hidup, dan butuh proses untuk menjalaninya. Bukan tidak mungkin akan terwujud jika didukung kesadaran dalam melakukan pengelolaan. Sehingga kita dapat menjadikan Unram sebagai percontohan kepada masyarakat" tutur Prof Enny. 

Selain itu, Prof. Enny melihat bahwa sampah dapat  menjadi sumber daya apabila dikelola dengan baik. Bahkan sampah dapat menjadi bisnis menjanjikan.

Sementara itu, Mulyadi Gunawan SHum yang juga tergabung dalam Satgas Zero Waste Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB mengapresiasi program Unram Zero Waste. Pasalnya, berdasarkan data Dinas LHK NTB, setiap orang rata-rata warga NTB menghasilkan 0.7 kg sampah per hari dan total sampah yang masuk ke TPA Kebon Kongok sebanyak 330 ton sampah/hari. 

Dengan adanya Unram Zero Waste, akan semakin menambah kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa dalam mengurangi dan mengelola sampah. 

"Sampah yang terbanyak bersumber dari rumah tangga. Apabila pengelolaan sampah dari rumah tangga diolah dari rumah untuk dipisahkan sampah organik dan sampah anorganik sehingga sampah itu dapat menjadi sumber daya, maka sampah yang ke TPA Kebon Kongok dapat berkurang," jelas Gunawan. 

Gunawan sapaannya, berharap agar sampah tidak hanya menjadi beban pemerintah. Namun, masyarakat juga turut hadir dalam mengelola sampah.

"Saat ini semua stakeholder bergerak terkait pengelolaan sampah. Tidak hanya menjadi tanggup jawab pemerintah tetapi semua masyarakat juga berperan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua World Clean Up Day, Lalu Husnul Wiraning Harja juga mengungkapkan bahwa kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah belum begitu baik. Pasalnya, banyak yang menilai sampah tidak memiliki nilai, padahal jika sampah dikelola dengan baik maka akan memiliki nilai jual yang beragam. 

"Terlalu banyak sampah yang ada di sekitar kita, adanya sampah karena perilaku hidup manusia yang sudah menjadi kebiasaan membuang sesuatu dengan sembarangan. Apabila dikelola dengan baik, maka bisa dijadikan sumber daya," tuturnya.

Sementara itu, Diana Ayu salah satu mahasiswa dari FKIP Unram mengaku sangat mendukung program Unram Zero Waste. Program ini dianggap sebagai bentuk pelecut mahasiswa agar dapat menjadi contoh masyarakat. 

"Program ini sangat bagus sekali, apalagi ini bentuk gerakan mahasiswa untuk bergerak dalam mengelola sampah, jadi kita dapat jadi contoh untuk masyarakat nantinya," ujar Diana. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar