Ponpes Tohir Yasin Berinovasi Kembangkan Kartu ATM untuk Santri

KARTU SANTRI: Berkat kerjasama Ponpes Tohir Yasin dan Bank NTB Syariah, kini santri ponpes itu memiliki kartu santri.

SELONG
--Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional, Bank NTB Syari'ah Kantor Cabang Pahlawan Selong tidak hanya memperingatinya secara seremonial lewat apel bendera.

Kepala Cabang Bank NTB Syari'ah KC Pahlawan Selong Lalu Samsul Hadi mengatakan, pihaknya juga bekerjasama dengan Ponpes Thohir Yasin dalam pembuatan kartu santri untuk mengembangkan sistem keuangan digital.

"Selain apel peringatan Hari Santri Nasional di tahun ini, kami juga menandatangani kerjasama dengan Ponpes Thohir Yasin untuk pembuatan kartu santri," ungkapnya Kamis (22/10).

Selain digunakan untuk pengembangan keuangan digital, kartu tersebut juga bisa digunakan untuk transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank NTB Syari'ah. Dengan itu ia sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Ponpes Thohir Yasin.

"Pembuatan kartu santri itu sekaligus berguna sebagai kartu ATM di Bank NTB Syari'ah," jelasnya.

Dengan demikian, ia memastikan bahwa inovasi dari Ponpes Thohir Yasin harus mendapatkan perhatian yang khusus dari seluruh instansi, termasuk oleh lembaga keuangan seperti Bank NTB Syari'ah.

Baginya, santri merupakan salah satu tonggak generasi Indonesia, yang tidak kalah berperan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Santri merupakan penerus generasi bangsa yang kedepannya akan berperan untuk membangun Indonesia. Untuk itulah Bank NTB Syari'ah hadir untuk mendukung program kartu santri ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Modern (MDSM) Ponpes Thohir Yasin, Ahmad Patoni menjelaskan, semua aktivitas santri itu nantinya terekam dalam satu kartu terutama dalam hal digitalisasi keuangan. Hal tersebut menurutnya sangat berfungsi untuk menjamin keamanan pada sistem, dan akuntabilitas keuangan santri di Ponpes Thohir Yasin.

"Kartu santri ini sebagai sistem pengamanan keuangan santri, serta untuk menjaga akuntabilitas keuangan dari para santri kami," jelasnya.

Pada sistem sebelumnya, Patoni menyebutkan jika sistem keuangan yang digunakan di Ponpes Thohir Yasin diakuinya belum maksimal. Untuk itulah, sistem keuangan dengan model digital yang ada di Ponpes Thohir Yasin nantinya akan terkoneksi dengan sistem yang ada pada Bank NTB Syari'ah KC Pahlawan Selong.

"Kartu santri ini sudah disinkronkan dengan sistem keuangan yang ada di Bank NTB Syari'ah," katanya.

Selain digunakan untuk transaksi keuangan, ia katakan kartu santri itu juga berfungsi sebagai kartu keluar dan masuk di area Ponpes. Bahkan tak hanya itu, kartu tersebut juga nantinya sebagai alat absensi bagi santri dan santriwati.

Terkait dengan simpanan uang yang masuk di kartu santri tersebut. Itu secara otomatis akan ditransfer ke masing-masing kartu yang dimiliki oleh para santri, karena setelah masuk menjadi santri di Ponpes Thohir Yasin. maka secara otomatis santri akan mendapatkan nomor rekening.

"Setiap anak yang masuk di sini, maka secara otomatis nantinya akan mendapatkan nomor rekening," sebutnya.

Agar kartu santri tersebut nantinya digunakan secara optimal, maka semua aktivitas santri akan dimonitoring melalui kartu santri. Baik pada sistem pembelajaran, sistem administrasi ataupun sistem keuangannya.

"Kartu santri ini manfaatnya kompleks, selain sistem keuangan, itu juga nantinya digunakan sebagai sistem administrasi dan sistem pembelajaran," katanya.

Ahmad Patoni berharap, dengan adanya kartu santri ini, semua aktivitas santri di Ponpes Thohir Yasin menjadi mudah. Hal itu juga nantinya akan memudahkan pencarian biodata santri secara lengkap, dan juga dengan kartu ini bisa untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja yang ada di pondok pesantren ini. (cr-zaa) 

Posting Komentar

0 Komentar