Jejak Terkini

Nilai Filosofis dan Kearifan Dalam Olahraga Belanjakan (2-Habis)

EVENT BUDAYA: Mengobati kerinduan akan tradisi ini, pada 2016 lalu masyarakat Masbagik menggelar event budaya Belanjakan.

SELONG
--Permainan sekaligus olahraga tradisional Belanjakan saat ini sudah jarang terdengar. Permainan ini masih populer di pengujung tahun 1990-an.

Di rentang tahun itu, olahraga ini masih sering dimainkan. Hanya saja, permainannya tidak mengikuti pakem masa lalu.

Sekitar tahun 1996, Belanjakan pernah diadakan di pinggir sungai di Dasan Lekong. Saat itu, para pepadu yang memainkan olahraga ini terdiri dari anak usia remaja dan pemuda.

Arena permainannya pun tidak lagi di atas jerami, tapi di atas pasir. Selain itu, pemain juga mengenakan pakaian seadanya, tidak lagi menggunakan kancut.

Tercatat, satu dekade lebih sudah permainan itu tidak lagi disaksikan oleh mata khalayak. Akibatnya, permainan ini nyaris dilupakan.

Di balik sisi historis dan ancaman kepunahannya itu, rupanya olahraga Belanjakan tak hanya sarat nilai historis. Lebih dari itu, olahraga rupanya mengandung nilai filosofis dan kearifan budaya.

"Di dalam olahraga ini memupuk jiwa persaudaraan, menjalin persatuan dan kesatuan antar sesama," ucap Amaq Ono, salah seora g pepadu Belanjakan masa lalu..

Pesan permainan tradisional ini disebutnya secara tegas bukanlah ajang bermusuh-musuhan. Dalam permainan ini tak lebih untuk menjalin silaturrahmi.  

"Di dalam arena permainan kita boleh menjadi lawan namun di luar arena permainan kita semua adalah saudara," sambungnya.

Di dalam olahraga ini, terdapat pula pembelajaran penting. Pada setiap permainan, para pemain dituntut mengembangkan sportivitas dan tidak tidak boleh memelihara dendam.

Sementara itu, Ketua Lembaga Lombok Membaur (Lambur), Mirzan Ilhamdi mengatakan, musnahnya permainan belanjakan ini terjadi sekitar tahun 1991. Penyebabnya karena setiap kali diadakan, selalu saja berbuntut keributan.

Sejak tak lagi muncul ke permukaan, rupanya membuat masyarakat Masbagik merindukan permainan tersebut. Tahun 2016 gelaran Belanjakan diadakan sebagai sebuah event budaya.

"Rupanya peminat yang mendaftar dan ikut bertarung cukup banyak," ucapnya.

Kedepan, ia berharap, event budaya Belanjakan bisa menjadi agenda rutin. Alasannya bukan saja untuk melestarikan eksistensi permainan ini, tapi juga sebagai ajang promosi pariwisata. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar