Jejak Terkini

250 Posyandu Keluarga di Lotim Belum Cukup

PERESMIAN: Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat meresmikan Posyandu Keluarga.

SELONG
--Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah meluncurkan program Posyandu Keluarga di Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Selasa (13/10).

Dalam kesempatan itu, Rohmi mengatakan, 1.811 jumlah posyandu di bumi Patuh Karya belum cukup. Pasalnya jumlah penduduk di Lombok Timur yang cukup besar, yakni mencapai seperempat dari jumlah penduduk di NTB. 

"250 ini di Lotim belum cukup, ini baru 10 persen dari jumlah penduduknya," katanya.

Posyandu ini, lanjutnya, dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesa sampai dengan tingkat dusun. Mengungat program tersebut menjadi ujung tombak mengentaskan masalah pertumbuhan bayi. 

Lantaran itu, program ini harus dapat diintervensi, revitalisasi dan perkuat maka penanganannya akan semakin ringan. Di lain sisi, program tersebut harus dapat proteksi dan tersosialiasi dengan baik agar masalah yang muncul dapat teratasi. 

Dia berujar selama ini masalahnya bukan terletak pada kurangnya ASI. Namun pada kurangnya pemahaman dan informasi mengenai hal tersebut. Buntutnya banyak ibu-ibu beralih ke ASI buatan. 

Informasi itu berupa menjaga makanan yang sehat dan bergizi. Padahal di sekelilingnya terdapat banyak sekali makanan yang bergizi yang dapat dikonsumsi. Seperti bayam, kelor,  turi, pepaya, pisang, tahu, tempe dan lainnya. 

"Kurang berkualitasnya edukasi itu, sehingga memunculkan masalah," ujarnya. 

Posyandu disebutnya tak hanya berbicara berat timbang anak. Lebih dari itu, Posyandu memiliki empat klasifikasi yakni KIA yang terkonsentrasi pada anak, usia produktif, remaja, dan Lansia. Keempat jenis posyandu ini harus terseosialiasi dengan baik. 

"Maka harus tersosialiasi dengan baik, karena dari jumlah 250 posyandu keluarga di Lotim itu masih sedikit, mungkin hanya 10 persen," imbuhnya

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan dari 239 desa, terdapat 1776 jumlah posyandu konfensional. Jika dibagi jumlah tersebut maka satu desa di Lotim, memiliki 7 posyandu. 

Di antara 1776 posyandu konvensional itu, terangnya, terdapat 14 persen posyandu keluarga. Berarti dari jumlah tersebut di setiap desanya memiliki satu jumlah posyandu keluarga. 

"Untuk kedepan harus ada tempat yang luas untuk posyandu keluarga ini. Tidak lagi nempel di ruang lain atau di halaman. Kedepan kita akan tambah menjadi dua kali lipat," ujarnya. (cr-sy)

Posting Komentar

0 Komentar