728x90

ad

UNDP Rekonstruksi Saluran Irigasi Sajang

REKONSTRUKSI: UNDP sudah memulai program rekonstruksi jembatan Tuva untuk memulihkan perekonomian warga sekitar.
 
MATARAM
--Gempa bumi bermagnitudo 7,0 di tahun 2018 telah membuat Pulau Lombok luluh lantah. Tidak hanya rumah, tempat ibadah dan sekolah yang banyak rusak, tapi juga saluran irigasi pertanian.

Melalui Program Bantuan Rekonstruksi Infrastruktur Gempa Bumi dan Tsunami (PETRA) UNDP akan merekonstruksi kerusakan saluran irigasi yang ada di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Proses rekonstruksi dimulai pekan ini.

“Bencana alam tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi beberapa keluarga di Lombok," kata perwakilan Bank Pembangunan asal Jerman (KfW), Antun Hidayat, dalam rilis yang dikirim kepada JEJAK LOMBOK, Jumat (25/9).

Program rekonstruksi ini diketahui segala pembiayaannya dikucurkan oleh bank tersebut. Pembiayaannya sendiri berasal dari Republik Federal Jerman.

Irigasi yang rusak itu, lanjutnya, terdapat sekitar 500 keluarga yang menggantungkan diri. Praktis, sejak kerusakan 2 tahun lalu, warga setempat tidak lagi menyandarkan sumber airnya dari saluran tersebut.

Kerusakan saluran irigasi air yang dialami warga Sajang rupanya menjadi atensi serius lembaga PBB tersebut. Melalui proses rekonstruksi itu, setidaknya masyarakat setempat tidak lagi kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Sementara itu, Resident Representative, a.i. UNDP Indonesia, Mrs.Sophie Kemkhadze mengatakan, dalam proses rekonstruksi sepenuhnya melibatkan masyarakat setempat. Lewat program ini, pihaknya ingin memastikan tidak seorang pun tertinggal dalam pemulihan mata pencaharian.

“UNDP berkomitmen memastikan infrastruktur penting dibangun dengan prinsip 'membangun kembali dengan lebih baik' untuk mendukung masyarakat," ujarnya.

Sebenarnya program ini tidak saja di Lombok, tapi juga di Sulawesi Tengah. Di pulau ini UNDP akan merekonstruksi jembatan gantung Tuva di Desa Tuva di Kabupaten Sigi. Jembatan ini dianggap vital lantaran menjadi akses warga menyeberangi menuju pasar di ibukota Provinsi Palu tersebut.

Shopie menegaskan, rekonstruksi fasilitas infrastruktur ini akan menyediakan lapangan kerja dalam jangka pendek bagi masyarakat. Selain itu, akan meningkatkan prospek masyarakat luas dalam jangka panjang.

“Bencana alam menghambat kehidupan sehari-hari dan banyak kelompok masyarakat mengalami kesulitan untuk pulih kembali," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar