Jejak Terkini

Petugas BKPH Marowa Dikeroyok, APH Didesak Tangkap Pelaku

LUKA PARAH: Petugas BKPH Marowa, Khaerudin babak belur akibat dikeroyok oknum pelaku illegal loging.

BIMA--Dua anggota Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah Madapangga Rompu Waworada (BKPH Marowa) dikeroyok sejumlah oknum masyarakat. Para pengeroyok ini diduga dari warga Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, Jumat (4/9) siang.

Keeterangan salah seorang Korban dari anggota BKPH Fitrah Fadli yang berada di lokasi kejadian mengatakan, insiden ini terjadi saat timnya sedang ingin mengangkut kayu jati sebanyak empat kubik. Dimana kayu jati yang diangkut merupakan hasil illegal logging hutan lindung di sekitar Desa Woro oleh warga sekitar.

Saat akan mengangkut kayu, seorang tim memberitahu bahwa akan ada penghadangan oleh warga Woro. Pengangkutan kayu itupun gagal. Tim akhirnya kembali ke markas dengan memakai sepeda motor.

"Di tengah perjalanan melewati Desa Woro. Saya dan tim dihadang oleh sejumlah warga," ucapnya.

Saat dihadang, ia ditanya keneradaan kayu itu. Tanpa menunggu jawaban, mereka memukul rekannya Khaerudin dan terluka parah.

Ia mengaku selamat dari aksi bar-bar warga lantaran ada yang bantu. Ia selamat lantaran menyebut dirinya sebagai orang Ngali (salah satu desa di Kecamatan Belo)," jelas Fadli via telpon kepada media, Selasa (8/9).

Akibat kejadian tersebut, muka Khaerudin robek akibat pukulan benda tajam bertubi-tubi. Kontan ia dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pasca kejadian itu, pihaknya langsung melaporkannya kepada Polsek Madapangga. Namun Fadli mengungkapkan bahwa belum ada satupun pelaku yang ditangkap.

"Jangankan pelakunya ditangkap, saksi saja belum dipanggil," ungkapnya.

Dia menerangkan, sebelum mengambil kayu hasil illegal logging tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk Kepala Desa Woro. "Saya minta pelaku segera ditangkap," desaknya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB Madani Mukarom dikonfirmasi baru-baru ini, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya akan memproses hukum para pelaku itu.

"Kami akan proses hukum terhadap para penganiaya tersebut. Dum info sementara. Pelakunya sedang kami intai," ungkapnya.

Sementara Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah turut prihatin terhadap peristiwa tersebut. Pihaknya sudah meminta kepada Kapolda  mengusut tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan itu.

"Ya, saya turut prihatin terhadap apa yang menimpa sahabat kita. Saya sudah minta langsung pak Kapolda mengusut ini sampai tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan. Masyarakat harus semakin diberi pengertian akan penting kita merawat dan menjaga hutan kita," tegasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar