Jejak Terkini

Penyuluh Sosial Ujung Tombak Kesejahteraan Masyarakat

PEMBINAAN: Kadinsos NTB, H Ahsanul Khalik saat memberikan pembinaan bagi Pensosmas Lombok Barat.

GERUNG--Sedikitnya sekitar 30 penyuluh sosial masyarakat (Pensosmas) Lombok Barat diberikan pembinaan oleh Dinas Sosial NTB. Pembinaan ini berlangsung di Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Lombok Batat, Selasa (8/9).

Kepala Dinsos NTB, H Ahsanul Khalik meminta para Pensosmas ini menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi ke masyarakat. Termasuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar penyuluh dan lembaga kesejahteraan sosial lainnya.

Penyuluh sosial, sebutnya, sebagai ujung tombak penyuluhan di masyarakat. Selain itu, menjadi penyelenggara kesejahteraan sosial juga perlu mendapatkan peningkatan pengetahuan.

Karenanya, dalam menjalankan tugas hendaknya dapat bersinergi pada seluruh lapisan atau potensi-potensi sosial yang ada di daerah. Kehadiran Pensosmas untuk meningkatkan pembangunan di bidang kesejahteraan sosial yang mendukung keberhasilan program nasional dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat di tingkat daerah.

Dengan demikian, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB itu beharap empat pilar sosial  termasuk di dalamnya penyuluh sosial tidak kalah dengan pekerja sosial lainnya. Mengingat semua persoalan kesejahteraan sosial harus dipahami dan ketahui para penyuluh.

“Landasan pembangunan kepala daerah kalau tidak memahami tentang pembangunan sosial, maka daerah itu tidak baik perjalanannya," jelasnya.

Ke depan, ia berharap penyuluh harus tampak dengan kegiatan-kegiatan sosial dengan membuat modul penyuluhan. Dari itu penyuluh bisa melaporkan kegiatannya ke Kementrian Sosial untuk mendapat perhatian dan bantuan.

"Penyuluh Sosial harus benar-benar berfungsi di Lombok Barat. Harus banyak mengenal lembaga kesejahtraan sosial untuk dapat membantu lansia, anak terlantar,cacat disabilitas dan penyalahgunaan Narkoba," jelasnya.

Selanjutnya Ahsanul Khalik pada kesempatan itu juga menyebut program sosial di Kementerian Sosial anggarannya cukup besar. Bahkan bentuk perhatian Kementrian Sosial untuk NTB saja sampai akhir tahun 2020 ada Rp  3,4 triliun digelontorkan.

“Karena itu untuk menjemput kembali anggaran besar butuh program di daerah. Kegiatan penyuluh harus tampak dan jelas supaya anggaran yang besar tersebut bisa digelontorkan," pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, H Lalu Martajaya juga mendukung keberadaan Pensomas NTB yang bekerja di Lombok Barat. Ia menyebut penyuluh sosial menjadi terdepan dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.

Keberadaan penyuluh sosial disebutnya sangat membantu dalam memberikan informasi ke masyarakat. Informasi ini terkait data maupun lainnya agar masyarakat paham.

Mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat itu berharap, ke depan penyuluh sosial dapat ditambah dan dimantapkan. Ini karena untuk tiga orang penyuluh di satu kecamatan dianggap masih kurang.

"Tugasnya berat apa lagi jumlah desanya banyak seperti Narmada dan Sekotong. Semoga Kadis Sosial NTB bisa ada tindak lanjutnya," pinta Martajaya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar