Jejak Terkini

Penghafal Alquran Jadi Prioritas Pemberdayaan

PRIORITAS: Bupati ParaLobar, H Fauzan Khalid menyebut penghafal Alquran akan menjadi prioritas pemberdayaan di daerahnya. 

GERUNG
--Keberadaan para penghafal Alquran sangat diperhatikan oleh Pemkab Lombok Barat. Mereka direncanakan menjadi prioritas pemberdayaan.

Lontaran itu disampaikan Bupati Lombok Barat (Lobar), H Fauzan Khalid saat membuka acara bimbingan teknis peningkatan kapasitas dewan hakim dan calon dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Kegiatan itu berlangsung di Hotel Aruna Senggigi, Senin, (28/9). 

"Kita sudah rapatkan di tingkat pemda, bahwa hafidz dan hafidzah akan menjadi salah satu prioritas pemberdayaan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat," ujar Fauzan.

Pemberdayaan yang dimaksud Fauzan yaitu dengan memberikan bantuan untuk melakukan kegiatan yang bisa mendukung pemenuhan nafkah hafidz dan hafidzah. Bantuan itu, bisa dalam bentuk pemberian alat mesin jahit, peralatan untuk budidaya jamur tiram, pembuatan kerupuk, dan sebagainya.

"Hafidz dan hafidzah mereka sudah menghafal Alqur'an dan sudah berkeluarga, pekerjaannya belum tetap, makanya kita prioritaskan," lanjut Fauzan. 

Mengenai data, Fauzan akan meminta data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Lobar para hafidz dan hafidzah yang akan diberdayakan. 

"Saya rasa kita akan sangat berdosa jika kita dari pihak pemerintah membiarkannya seperti itu," jelas Fauzan.

Sementara untuk qori’ dan qori’ah, terang Fauzan, umumnya mereka sering diundang dalam acara-acara tertentu.

Hal lain disampaikan bupati yaitu kebanggaan dan rasa syukurnya kepada Dewan Hakim Lombok Barat yang selalu paling banyak menjadi juri dalam acara MTQ dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).

"Ini yang harus kita pertahankan, karena dari MTQ ke MTQ, STQ ke STQ Alhamdulillah paling banyak dewan hakim itu selalu dari Lombok Barat," ujar Fauzan bangga.

Fauzan juga mengatakan pihak Lombok Barat tidak pernah menyalahkan apabila kafilah Lombok Barat tidak mendapatkan juara 1 dalam acara MTQ seperti tahun 2019 yang lalu.

"Kita di Lombok Barat tidak pernah menyalahkan siapapun yang jadi pemenangnya, walaupun dapat juara 3 tapi kita tetap mendapatkan pahala, karena kita yang menyiapkan acaranya," ujar Fauzan.

Kepala Bagian Kesra, Maksum dalam laporannya menyebut sebanyak 69 dewan hakim dan calon dewan hakim mengikuti bimtek. Pelatihan ini bertujuan melahirkan dewan hakim yang memiliki kemampuan, berkapasitas, berkualitas serta mampu memberikan penilaian secara profesional pada setiap pelaksanaan MTQ dan STQ Kabupaten Lombok Barat.

Tujuan lainnya, sebut Maksum yaitu untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan menjalin tali silaturrahmi antar dewan hakim dan calon dewan hakim Lombok Barat. Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi sebagai dewan hakim, menyamakan persepsi dan menjalankan unsur-unsur penilaian MTQ dan STQ menuju terwujudnya konektivitas dan kualitas penilaian yang diharapkan.

Bimtek ini, papar Maksum akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu 28-30 September 2020. Sumber dana yaitu dari bantuan dana hibah LPTQ Lombok Barat. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar