728x90

ad

Gubuk Reot Nengah Rindi Akhirnya Diperbaiki

DIBANGUN: Rumah Ni Nengah Rindi akhirnya diperbaiki warga setelah sebelumnya tinggal di gubuk reot.

GERUNG
--Warga Dusun Peninjaoan Desa Golong, Kecamatan Narmada Lombok Barat, Ni Nengah Rindi, akhirnya dibangunakan rumah layak huni. Rumah tersebut dibangunkan oleh warga setempat secara swadaya dibantu oleh Pesemetonan Cakra Mahacara (PCM) Mataram.

Rumah yang akan dibangunkan berukuran 5x6 meter terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi dan teras. 

Diketahui, Nengah Rindi (60 tahun), merupakan warga yang hidup sebatang kara. Ia tidak memiliki rumah layak huni seperti warga lainnya. Ia juga tidak memiliki anak dan jauh dari keluarga.

Rumah reot yang ditinggali Nengah Rindi sangat kecil, hanya berukuran 2×2,5 meter persegi. Gubuk itu ditopang menggunakan tiang yang sudah lapuk serta keropos. Dindingnya terbuat darĂ­ seng bekas dan karung semen.

Di beberapa bagian berlubang ditutup karung bekas. Lantai rumah terbuat dari tanah, di bagian pinggir diapit menggunakan batu bata mentah. Ini untuk mencegah air hujan masuk ke gubuk tersebut. 

Atapnya dari seng bekas dengan kondisi berlubang di mana-mana. Di bagian dalam gubuknya, ada tempat tidur menyatu dengan dapur. Perabotan nenek tua ini pun sangat tidak layak.

Saat ini peletakan batu pertama rumahnya sudah dimulai oleh warga setempat dengan swadaya dibantu penuh oleh PCM. Mulai dari semen spandek pintu dan closed serta biaya oprasional sampai selesai di bantu oleh PCM.

Ir. I Made Drestanegara mantan Kepala Dinas PU Lombok Barat selaku perwakilan PCM mengatakan, pihaknya siap membantu semua material yang dibutuhkan. Asalkan ada gotong royong warga bersama-sama ikut membantu.

Pihak PCM sendiri akan memberikan bantuan 50 sak semen, 40 lembar seng spandek, closed duduk, pintu kamar, bak mandi serta uang sebanyak Rp 5 juta.

Sementara itu, Kepala Dusun Peninjaoan, Made Wadistya selaku koordinator penggalang dana merasa bahagia. Dimana rencana swadaya semula akan membangunkan rumah ukuran 3x4 untuk Nengah Rindi berubah menjadi ukuran yang lebih besar atas bantuan PCM Mataram. Termasuk gambar yang dibuatnya sendiri diperbaiki ulang oleh konsultan PCM.

"Saya merasa senang gambar yang saya buat dengan dana yang ada dirusak, karena gambar yang dirusak dibuat ulang dengan ukuran yang lebih luas dan lebih bagus," kata Made banggga.

Ditanya jumlah dana yang terkumpul dari para donatur selain bantuan PCM, Made sebutkan jumlah dana yang terkumpul sebanyak Rp 6 juta. Dana itu akan dipergunakan menambah biaya perbaikan rumah, pembersihan untuk Nengah Rindi, termasuk untuk biaya hidup.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah bekerja sama membantu membangun rumah untuk  saya. Saya sebelumnya tidak terbayang jika akan memiliki rumah seperti yang sedang dikerjakan ini," ucap Nengah Rindi. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar