Jejak Terkini

Biadab! Jamilah 3 Bulan Dianiaya, Pulang dengan Kaki Patah

DIANIAYA: Kondisi Jamilah sangat memprihatinkan setelah pulang dengan kondisi patah tulang kaki dan wajah lebam dianiaya majikan.

SELONG--Selaksa amarah sepertinya tak cukup mewakili penderitaan Jamilah, 40 tahun. Perempuan asal Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur NTB itu kini hanya terbaring di Puskesmas Jerowaru.

Saat ditemui media, perempuan yang karib disapa Inaq Wati ini menuturkan, apa yang dideritanya saat ini karena menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Ia menjadi buruhigran dengan tujuan Abu Dhabi dan berangkat melalui jalur tidak resmi ini.

Selama 3 bulan berdada di Abu Dhabi merupakan masa-masa pahit yang dialaminya. Ia mengalami penganiayaan di luar batas prikemanusiaan oleh majikannya.

Selama bekerja, penganiayaan yang diterima dari sang majikan cukup beragam. Yang paling sering adalah kepalanya dibenturkan di tembok.

"Kejadiannya sampai puluhan kali, dan itu dilakukan oleh majikan perempuan saya," ucapnya, Minggu (6/9).

Jangankan kepala dibentur di tembok, ditempeleng pun juga sering. Kebiadaban sang majikan semakin menjadi-jadi tatkala ia juga disiram air panas. Tak tanggung-tanggung, ia juga kerap disulut besi panas.

Mendapat perlakuan tak pantas, Jamilah mengaku pernah melaporkan apa yang dialaminya. Ia melapor ke pihak berwajib di negara itu.

Alih-alihendapat pbelaan, ia justru diancam dan akan ditangkap balik. Dari kejadian itu, ia menduga jika aparat di negara itu bersekongkol dengan sang majikan.

Kini, Jamilah yang patah kakinya dan dirawat intensif itu berharap agar sang majikan diberi balasan setimpal. Ia berharap agar gajinya juga diberikan sebagai hak yang harus diterima.

"Selama tiga bulan di sana, saya juga tidak diberikan hak gaji," cetusnya dalam kondisi terbaring, telinga dan wajah bengkak.

Lantaran berangkat dari jalur ilegal, Jamilah mengaku tidak tahu perusahaan yang memberangkatkan dirinya. Ia hanya mengetahui sponsornya.

Sementara itu, Kawil Poton Bako Desa Jerowaru Lalu Samsul menjelaskan, Jamilah dilarikan ke Puskesmas sekitar pukul 08.00 WITA. Ia dirujuk bersama camat, Kapolsek dan Babinsa.

Jamilah disebutnya berangkat ke Abu Dhabi pada Juni lalu. Yang aneh dari kepergian Jamilah yakni ketika tiba di negeri rantau. Yang bersangkutan hilang kontak sama sekali.

"Kita belum tahu perusahaan dan sponsornya. Kita berusaha bantu dan ungkap kasus yang dialami warga saya ini," tegasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar