728x90

ad

Belajar dari Rumah Bikin Elemen Pendidikan Letih

TERAPKAN PROTKES: Simulasi belajar tatap muka sudah dimulai di SMAN 2 Selong dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes).

SELONG
--Sejaknpandemi Corona menerjang, semua aktivitas dan mobilitas masyarakat terganggu akibat pembatasan. Tak terkecuali aktivitas belajar mengajar di sekolah, juga mengalami hal yang sama.

Kepala SMAN 2 Selong, Ahmad Supandi mengatakan, terhitung satu semester belakangan ini proses belajar mengajar terasa meletihkan. Elemen sekolah di semua satuan pendidikan dituntut tunduk pada aturan pembatasan.

"Pembatasan ini sangat kita maklumi. Tujuannya tidak lain demi keselamatan," ucapnya, Selasa (22/9).

Belajar dari rumah dengan sistem daring (dalam jaringan), jelasnya, tidak begitu efektif dalam transformasi pengetahuan kepada peserta didik. Banyak kendala yang dihadapi dengan sistem belajar daring tersebut.

Secara psikologis, terangnya, belajar daring rupanya menimbulkan efek kejenuhan. Ini karena pola belajar daring serasa monoton.

Selama beberapa bulan terakhir, ucapnya, ada atmosfer kerinduan terhadap sekolah. Baik itu di kalangan guru maupun peserta didik. Semua komponen yang ada merindukan nuansa kebersamaan dan belajar seperti pada masa normal.

Supandi lantas menuturkan perasaan leganya ketika sekolah yang dipimpinnya menjadi pelaksana kebijakan simulasi tatap muka. Kebijakan ini dinilai memberi kesempatan mengobati kerinduan yang ada.

"Kesempatan belajar tatap muka ini akan berlangsung terhitung 21-26 September," ucapnya.

Sementara itu, Wakasis SMAN 2 Selong Zainul Muttaqin menjelaskan, sebelum simulasi berjalan, pihaknya telah menyiapkan segala persiapan. Proses belajar tatap muka diawali dengan beberapa kegiatan.

"Diantara persiapan yang kami lakukan yakni pembentukan panitia dan pembentukan tim gugus tugas di internal sekolah," jelasnya.

Panitia yang dibentuk diaebutnya bertugas mempersiapkan seluruh fasilitas berupa ruangan, APK, pengaturan dan pelaksanaan sirkulasi peserta didik, dan alat-alat sosialisasi. Sementara itu, dalam rangka penjaminan keterlaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka, panitia berkoordinasi dengan Waka Kurikulum dan Waka Penjaminan Mutu Pendidikan. 

Di lain sisi, Tim gugus rugas covid 19 SMAN 2 Selong diaebutnya bertugas memantau penyelenggaraan simulasi dan membuat catatan. Nantinya dimulai dan catatan tersebut sebagai rekomendasi yang diperuntukkan kepada kepala sekolah melalui panitia. 

Waka Kurikulum dan Penjamianan Mutu SMAN 2 Selong, Hilmi Setiawati menjelaskan, simulasi dilaksanakan dengan pendekatan pergantian atau sistim shift. Durasi yang diterapkan dalam simulasi yakni 7 x 25 menit per shift. Sementara setiap hari kerja, penyelenggaraan simulasi terdiri atas 2 shift. 

Sampai saat berita ini dipublikasi, simulasi berjalan sesuai harapan. Tidak ada kendala serius yang dihadapi dalam proses tersebut.

"Kita bersyukur semuanya berjalan normal. Semoga pandeminini segera berlalu dan proses belajar tatap muka bisa normal berjalan," ucap Koordinator BK SMAN 2 Selong, Jamiluddin. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar