Jejak Terkini

Astaga! Pembagian Kartu Kuota Gratis Tidak Ikuti Protokol

BERJUBEL: Pembagian kartu kuota gratis untuk guru dan peserta didik terlihat berjubel dan ciptakan kerumunan.

SELONG--Selama pandemi virus corona belum enyah, selama itu pula larangan berkerumun diberlakukan.

Namun pemandangan berbeda terlihat saat pembagian kartu untuk peserta didik di Kantor Telkomsel Apprentice Program (TAP) di Jalan Pejanggik, Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur, Sabtu (5/9). Nampak guru dan peserta didik ynag mendapat program itu berkerumun tanpa mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan JEJAK LOMBOK di lokasi, tidak terlihat upaya dari pihak Telkomsel memberikan arahan kepada perwakilan guru dan pelajar mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Orang-orang yang berada di lokasi dibiarkan berkerumun saat antre. Tidak ada petugas yang mengarahkan untuk menjaga jarak.

Terhadap kerumunan yang terjadi, Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) berinisial T mengatakan,  pihak Telkomsel tidak mempunyai persiapan yang maksimal dalam pembagian kartu kuota gratis itu. Pihak Telkomsel disebutnya tidak memberikan fasilitas yang memadai bagi guru yang berdatangan.

"Penerapan protokol kesehatan Covid-19 masih sangat kurang," ucapnya.

Guru ini juga mengaku, semua guru yang ikut dalam pengambilan kartu berisikan kuota gratis bagi peserta didik itu tidak disediakan tempat cuci tangan. Parahnya lagi, orang-orang yang berkerumun tidak diarahkan berjaga jarak.

Bukan hanya tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Pihak Telkomsel juga dianggap belum siap membagikan kartu tersebut.

Ini dilontrakan lantraan jadwal pembagian kartu yang ditetapkan sejak pukul 08.00 WITA tidak ditepati. Guru dan peserta didik dibuat dongkol lantaran menunggu hingga 2 sampai tiga jam.

"Dari jadwal pembagian yang rencananya ja. 8 pagi, malah dibagi jam 11 siang," kesalnya.

Akibat tidak kesiapan pihak Telkomsel, para guru mengaku kecewa. Seharusnya sebelum kartu dibagikan, persiapan sudah lebih matang dilakukan pihak Telkomsel.

Kekesalan juga dilontarkan seorang guru Madrasah Aliah (MA) berinisial IP. Ia mengungkapkan, dalam pembagian kartu yang berisikan kuota tersebut sebenarnya dibagikan per kecamatan. Sebaliknya, pembagian dilakukan terpusat di satu tempat untuk semua penerima se-Lombok Timur.

"Dan ini dibagikan se-Lombok Timur selama 2 hari," ujarnya.

Setelah menunggu hingga pukul 12.00 WITA, bebernya, sebagian guru diminta pulang. Mereka diminta mengambil kartu kuota nantinya di masing-masing Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Lotim, HM Juani Taofik lewat pesan WhatsApp mengatakan, pihaknya belum mengetahui kejadian itu. Ia memastikan akan mengecek kondisi di bawah terkait kasus yang terjadi.

"Coba besok kami cek supaya tidak terulang," tulisnya singkat.

Sementara itu, dari pihak Telkomsel sendiri saat dikonfirmasi awak media belum bisa memberikan penjelasan. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari perusahaan tersebut. (cr-zaa) 

Posting Komentar

0 Komentar