Jejak Terkini

85 Persen Naker Lotim Diklaim Tercover Subsidi BPJS Ketenagakerjaan

Ini model kartu BPJS Ketenagakerjaan.

SELONG--Bantuan berupa subsidi gaji bagi tenaga kerja pemegang kartu BPJS Ketenagakerjaan segera dinikmati. Terhitung Septber 2020, bantuan sebesar Rp 600 ribu itu akan dirasakan manfaatnya.

Di Lombok Timur, terdapat sebanyak 1.032 badan usaha atau perusahaan. Dari jumlah itu terdapat sekitar 20 ribu tenaga kerja.

"10 ribu lebih tenaga kerja yang telah terdaftar BPJS Kesehatan" ungkap Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, Subhan Bahtiar, Selasa (8/9).

Dari jumlah perusahaan yang ada, bebernya, sekitar 85 persen sudah didorong mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi pemegang kartu BPJS Ketenagakerjaan. Sisanya masih terus digenjot agar melakukan hal serupa.

Dipastikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan langkah tersebut. Pihaknya tidak ingin ada perusahaan di Lotim yang tidak mendaftarkan pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan terdaftarnya 85 persen badan usaha di BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya, para tenaga kerja relatif terbantu. Di lain sisi, manfaat berupa jaminan dan keselamatan kerja bisa dirasakan.

Bagi Subhan, mendaftarkan tenaga kerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat vital. Terlebih, ini merupakan amanat dari UU 24/2011 dan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dia berasumsi, dengan terdaftarnya para pekerja sebagai pemegang BPJS Kesehatan, diperkirakan akan ada perputaran uang sebesar Rp 23 miliar di Lombok Timur. Jumlah ini berasal dari subsidi gaji sebesar Rp 600 ribu tersebut.

"Tentu dengan jumlah yang yang berputar ini akan mampuenjadi stimulus menggerakkan ekonomi daerah," tegasnya.

Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Akbar Ismail mengatakan, ada sekitar 9 ribu pemegang kartu BPJS Jamsostek. Dari jumlah itu, baru sekitar 6.400 lebih yang sebagai penerima subsidi Rp 600 ribu.

"Sisanya yang lain karena ada dari mereka yang gajinya di atas Rp 5 juta," ungkapnya.

BPJS Jamsostek, tegasnya, merupakan namaain dari BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan sebwsar Rp 600 ribu dipastikan pula sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh para pekerja.

Selain itu, ia juga mengamini jika subsidi tersebut diterima para pekerja selama 4 bulan. Yakni mulai dari September, Oktober, November dan Desember.

Karena itu, ia meminta bagi perusahaan yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya agar segera ditunaikan. Pihaknya memastikan akan memberikan pelayanan yang baik bagi perusahaan dan tenaga kerjanya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar