Jejak Terkini

Thohir Yasin Masuk 3 Besar Ponpes Terbaik Indonesia Timur

MURABBI: Jajaran pengasuh dan pembina Ponpes Thohir Yasin dalam sebuah acara.

SELONG--Catatan prestasi kembali didulang Pondok Pesantren Thohir Yasin, Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik Lombok Timur. Ponpes ini dinyatakan masuk tiga besar terbaik di wilayah Indonesia Timur.

Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Modern (MDSM) Thohir Yasin, Ahmad Patoni mengatakan, penetapan status tiga terbaik di wilayah Indonesia Timur ini berasal dari Bank Indonesia (BI). Penetapan status diumumkan hari ini, Sabtu (22/8).

Ditetapkannya sebagai tiga besar terbaik, jelasnya, setelah melalui serangkaian proses panjang. Status ini diraih juga mellaui kerja keras semua elemen di dalam ponpes itu.
Kepala MDSM Thohir Yasin, Ahmad Patoni.

Sebulan lalu, ujarnya, BI NTB meminta Ponpes Thohir Yasin bersama ponpes lainnya mengikuti lomba tersebut. Lomba itu menyangkut pengembangan pesantren dari sisi ekonomi.

Dari lomba itu, Thohir Yasin saat diundang BI memaparkan 4 aspek pengembangan yang kini tengah dilakukan. Keempat aspek itu meliputi digitalisasi, holding, ekonomi pesantren dan penanganan sampah.

Untuk digitalisasi, jelasnya, Ponpes Thohir Yasin telah berbenah dalam banyak hal. Pembenahan itu meliputi digitalisasi administrasi, keuangan dan kurikulum.
HUT RI: Santri Ponpes Thohir Yasin saat upacara peringatan HUT RI ke-75.

"Lewat proses digitalisasi ini, semua pihak bisa akses bagaimana kami mengelola pesantren," ujarnya.

Ia juga memaparkan bagaimana holding (unit usaha) yang dikembangkan di pesantren ini. Beberapa diantaranya seperti peternakan dan pertanian serta unit-unit usaha lainnnya.

Di sektor ekonomi, bebernya, Ponpes Thohir telah merintis adanya koperasi. Lewat koperasi ini diharapkan perekonomian internal pondok terus tumbuh. Tidak kalah pentingnya, keberadaan koperasi itu juga harus bedampak terhadap pertumbuhan ekonomi warga sekitar.

Khusus soal sampah, bebernya, Thohir Yasin patut menjadi contoh bagi ponpes lainnya. Lewat budidaya lalat tentara hitam (black soldier fly), maggot yang dihasilkan lalat ini sukses mengentas sampah di ponpes itu.

Dalam perjalanan budidaya lalat tersebut, ponpes ini juga meraup keuntungan. Maggot (larva) pengurai sampah itu juga dikomersilkan sebagai pakan burung dan ternak.
APEL BENDERA: Santri peserta upacara apel bendera HUT RI ke-75.

"Itu bentuk-bemtuk pengembangan yang kami lakukan," tegasnya.

Selain membeberkan itu, Senin besok (24/8), dari tiga pesantren itu akan dipenalti menjadi satu yang bterbaik. Ponpes Thohir Yasin akan bersaing bersama dua pesnatren lain di Indonesia asal Kalimantan dan Sulawesi.

"Kami berharap bisa menjadi yang terbaik dalam lomba ini. Kerja keras dan inovasi yang kami tunjukkan Insyaallah tidak sia-sia," katanya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar