Jejak Terkini

Pernikahan Dini Marak, Peran Orangtua Dituntut Dominan

CEGAH NIKAH DINI: TP PKK NTB bertekad mencegah pernikahan dini di NTB yang marak terjadi selama masa pandemi.

MATARAM--Sejak empat bulan terakhir terjangan pandemi Covid-19, angka pernikahan dini di kalangan anak dan remaja di NTB meningkat. Kondisi ini berdampak pula pada dunia pendidikan.

Tak hanya itu, pandemi ini justru merambat pada pembentukan psikologi dan karakter anak-anak remaja. Bahkan, fenomena pernikahan dini (usia anak) mulai mencuat di kalangan pelajar akibat kejenuhan yang dialami selama pandemi berlangsung.

Hal itu ditegaskan Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di masa Pandemi Covid 19. Kegiatan ini diselenggarakan bersama lembaga terkait di Aula Kantor PKK Provinsi NTB, Rabu (26/08).

"Peran orang tua juga sangat dominan untuk mengawasi buah hatinya sekaligus menjadi faktor utama dalam menentukan masa depan anak-anaknya," ucapnya.

Selama ini orangtua dinilai hanya menyerahkan anak-anak ke sekolah. Selama itu juga tanggung jawab sekolah masih melekat pada mereka, baik pendidikan, keselamatan maupun pergaulannya.

Praktis pada kondisi pandemi seperti saat ini, orangtua dipaksa menjadi seorang guru yang mampu memberikan pendidikan yang terbaik. Peran itu sekaligus untuk mengawasi segala bentuk pergaulan buah hatinya.

"Di sisi lain, orang tua juga harus mampu melakukan penyesuaian akibat dari pandemi ini. Baik yang terdampak kesehatan maupun ekonomi keluarga. Sehingga dampaknya dirasakan oleh anak dam remaja," jelasnya.

Dijelaskan Bunda Niken, untuk mengurangi dampak-dampak itu, tim penggerak PKK telah memperkuat kegiatan pola asuh anak dan remaja dengan kasih sayang yang menyasar lembaga pendidika dari tingkat SD sampai SMA. Tujuannya memberikan informasi, edukasi dan sosialisasi bagaimana pola asuh yang baik pada anak dan remaja.

Dengan begitu, orangtua yang sukses mengasuh anak dengan pendidikan yang baik sejak dari rumah, memiliki tingkat kemudahan bagi perkembangan anak di sekolah.

"Program pola asuh anak dan remaja ini sudah mulai dilaksanakan dan menjadi agenda rutin selama pandemi Covid-19. Tentu dengan penyesuaian untuk terus ditingkatkan," harapnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, TP PKK NTB terus berkoordinasi dengan lembaga dan stakeholder terkait. Kerjasama ini terutama bagaimana membangun kolaborasi untuk menyamakan berbagai program pembangunan keluarga yang sejahtera.

Penekanan kerjasama disebutnya terutama program pola asuh anak dan remaja di masa pandemi Covid-19. Dengan begitu, dampak negatif bagi generasi dapat diminimalisir.

"Kami di provinsi terus perkuat sinergi dengan tim PKK kabupaten kota, kecamatan hingga desa terus untuk melakukan koordinasi program yang fokus pada pola asuh anak dan remaja dari sudut pandang keluarga," jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, turut dihadiri kepala Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas P3AP2KB dan perwakilan OPD terkait serta penggurus TP Penggerak PKK kabupaten kota seluruh Provinsi NTB. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar