Jejak Terkini

Mahadesa TDC Bakal Didukung Pemasaran Terintegrasi Berbasis Digital

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.
MATARAM--Program Mahadesa Trade and Distribution Centre (TDC) PT. Gerbang NTB Emas dihajatkan untuk mengangkat produk dan marwah industri kecil menengah dan usaha kecil menengah. Lewat program Mahadesa nantinya produk IKM/UKM akna dipasarkan secara terintegrasi berbasis digital.

Gubernur NTB, Dr H Zulkifliemansyah saat memimpin rapat koordinasi pemberdayaan UMKM bersama pimpinan lembaga perbankan dan PT GNE menyebut inovasi teknologi sebagai syarat utama mewujudkan kemandirian IKM/UKM lokal. Rapat dilaksanakan di ruang kerjanya, Selasa (4/8).

Jika didukung 5 aspek turunannya, dipastikan program Mahadesa ini dapat berhasil. Kelima aspek turunan yang dimaksud yakni, data permintaan pasar (big data supply-demand), industrialisasi produk, pemberdayaan dan kolaborasi, akses dan transaksi keuangan serta pasar yang terintegrasi (integrated marketing).

Menurutnya, ada dua hal penting yang ingin dicapai dari pemanfataan teknologi berbasis digital dalam pengembangan IKM/UMKM.   Pertama  memperluas akses pasar, baik itu domestik dan global.

Kedua, memperbaiki proses bisnis yang lebih efisien. Untuk memaksimalkannya, peran teknologi menurutnya memberikan kemudahan untuk UMKM memperluas aksesnya.

Gubernur berharap kepada seluruh lembaga keuangan atau perbankan yang ada di NTB dapat mengambil peran utama. Yakni menjadi garda terdepan dalam mendukung pengembangan usaha IKM/UKM lokal, khususnya dalam akses modal yang mudah dan ringan.

Direktur Utama PT Gerbang NTB Emas (GNE), Samsul Hadi menjelaskan, melalui program Mahadesa, UMKM akan dikembangkan melalui rantai bisnis pemberdayaan desa secara ekonomi dan masyarakat mendapatkan berbagai jenis kebutuhannya tanpa harus keluar rumah.

Pemesanan kebutuhan, dilakukan melalui sistem di perangkat ponselnya atau serba teknologi BUMDes. Dalam hal ini dilibatkan sebagai ujung tombak, sekaligus sebagai fasilitator yang akan merekap dan memenuhi pesanan rumah tangga (masyarakat). Masyarakat berbelanja layaknya ke ritel modern, cukup hanya dari rumah melalui fasilitas Mahadesa ini.

Selain itu, Samsul Hadi juga memaparkan bahwa saat ini baru satu desa yang terkoneksi perangkat sistemnya, Kuripan Utara. Selanjutnya menyusul 21 desa lainnya. Dan target tahun 2020 ini, seluruh desa dan kelurahan di NTB yang jumlahnya seribuan, akan menjadi bagian dari jaringan Mahadesa ini.

Sistem bisnis yang dikembangkan GNE dalam program Mahadesa ini yaitu dengan memanfaatkan seluruh BUMDes sebagai perpanjangan tangan untuk melakukan pendataan kebutuhan masing-masing rumah tangga. Kebutuhan tersebut misalnya, sabun, odol, minyak goreng, beras dan sejeninya yang ada di catalog.

“Masyarakat akan mendapatkan kemudahan berbelanja. BUMDes akan dapat keuntungan sebesar 70 persen dari total keuntungan. Rantai ekonomi dan bisnis dari tingkat provinsi, kabupaten/kota kemudian ke desa dan kelurahan akan terbangun kuat. Dan sama-sama akan mendapatkan manfaat ekonomi (keuntungan),” jelas Samsul Hadi. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar